Peserta Pelatihan di Kediri Jalani Uji Kompetensi Digital Marketing
- 01 Agt 2026 20:36 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Sebanyak 25 peserta Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Tahun 2026 di Kabupaten Kediri menjalani uji kompetensi bidang digital marketing di LKP Artamara Durus Marusean (ARDUMA), Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Sabtu, 1 Agustus 2026. Uji kompetensi tersebut menjadi tahapan akhir untuk mengukur kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan intensif selama 32 hari.
Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) merupakan hasil kerja sama LKP Artamara Durus Marusean dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang pemasaran digital.
Ketua Pelaksana PKK Digital Marketing LKP Artamara Durus Marusean, Yosua Ignatius Manullang, mengatakan uji kompetensi menjadi syarat wajib yang harus ditempuh seluruh peserta sebelum dinyatakan menyelesaikan program pelatihan. "Uji kompetensi menjadi tahapan untuk memastikan bahwa materi yang telah diterima peserta benar-benar dikuasai. Melalui proses ini, kompetensi mereka dapat diukur sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga hasil pelatihan memiliki nilai yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Yosua.
Menurutnya, sebelum pelaksanaan uji kompetensi, peserta terlebih dahulu mengikuti sesi try out sebagai simulasi. Langkah tersebut dilakukan agar peserta memahami alur pelaksanaan ujian sekaligus lebih siap menghadapi setiap bentuk penilaian.
"Simulasi kami berikan sebagai gambaran pelaksanaan uji kompetensi. Hasilnya, peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan baik dan memahami materi yang telah dipelajari selama pelatihan," katanya.
Yosua menjelaskan, peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri dengan latar belakang lulusan SMA maupun SMK sederajat. Sasaran program ini adalah masyarakat yang belum bekerja maupun mereka yang ingin mengembangkan usaha di sektor digital sehingga memiliki bekal keterampilan dan portofolio yang lebih kompetitif.
Ia berharap pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Kerja dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, dukungan dari sekolah-sekolah di Kabupaten Kediri juga diperlukan agar lulusan baru memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.
Sementara itu, perwakilan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Lembaga Sertifikasi Kompetensi Digital Bisnis (LSK DTB), Nurhadi Bahri, mengatakan pihaknya bertugas memfasilitasi pelaksanaan uji kompetensi sesuai standar sertifikasi yang berlaku. Pelaksanaan ujian juga diawasi oleh pengawas independen yang umumnya berasal dari unsur dinas pendidikan sebagai bagian dari pengendalian mutu.
"Setiap penguji menangani lima peserta dengan paket soal yang berbeda. Sistem ini diterapkan untuk menjaga objektivitas penilaian sekaligus memastikan kemampuan setiap peserta dapat diukur secara adil dan sesuai standar kompetensi," kata Nurhadi.
Ia menambahkan, selain kualitas hasil pekerjaan, ketepatan waktu juga menjadi salah satu komponen penilaian dalam uji kompetensi. Peserta harus mampu menyelesaikan setiap tugas sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
"Melalui sistem tersebut, kami tidak hanya mengukur penguasaan materi, tetapi juga ketangkasan peserta dalam bekerja secara efektif dan tepat waktu. Hal itu penting karena menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....