Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan di Jombang
- 31 Jul 2026 21:01 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Musim kemarau mulai memicu lonjakan kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Jombang. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir di bulan Juli 2026 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mencatat sekitar belasan kebakaran lahan terjadi di sejumlah kecamatan. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran seiring mengeringnya vegetasi dan rendahnya curah hujan pada puncak musim kemarau.
Kebakaran tersebar di wilayah Kecamatan Jombang, Sumobito, Ploso, Diwek, Bandarkedungmulyo, Perak, Ngoro, dan Jogoroto. Sebagian besar kejadian dipicu oleh pembakaran sampah yang tidak diawasi, pembukaan lahan dengan cara dibakar, puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta tiupan angin yang mempercepat penyebaran api. Luas lahan yang terbakar bervariasi, mulai dari puluhan meter persegi hingga sekitar 15 ribu meter persegi lahan tebu. Seluruh kejadian berhasil dikendalikan sebelum meluas ke permukiman maupun fasilitas umum.
Seiring meningkatnya potensi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Tahun 2026. BPBD juga melakukan pemetaan wilayah rawan sebagai langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.
Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, Stevie Maria, mengatakan pemetaan wilayah rawan menjadi dasar penyusunan strategi mitigasi agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah. Berdasarkan kajian risiko bencana, wilayah selatan seperti Bareng dan Wonosalam berpotensi mengalami kekeringan, sedangkan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan meliputi Wonosalam, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan.
"Pemetaan wilayah rawan kami lakukan sebagai dasar mitigasi agar langkah penanganan lebih tepat sasaran. Namun yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api sejak awal," ujar Stevie Maria, Jumat, 31 Juli 2026.
Selama penanganan kebakaran, BPBD mengerahkan personel dari Pos Damkar Jombang, Mojoagung, Ngoro, dan Ploso beserta armada pemadam untuk melakukan pemadaman, membatasi penyebaran api, dan memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Upaya tersebut didukung TNI, Polri, perangkat desa, relawan, serta masyarakat di lokasi kejadian.
Stevie mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau. Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
"Kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko kebakaran. Apabila terjadi keadaan darurat, segera manfaatkan layanan 112 atau kanal resmi BPBD dan Damkar Jombang agar petugas dapat merespons secepat mungkin," kata Stevie.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....