Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri
- 31 Jul 2026 17:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Memasuki puncak musim kemarau, jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Kediri meningkat tajam. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar, sehingga sepanjang Juli 2026 jumlah kebakaran melonjak 124 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan peningkatan kebakaran mulai terlihat sejak penghujung Juni dan terus berlanjut hingga akhir Juli. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, petugas rata-rata menangani hampir tiga kejadian kebakaran setiap hari.
"Kalau dilihat sejak Januari hingga Juli, lonjakan paling tinggi mulai terjadi pada akhir Juni dan terus meningkat pada minggu ketiga hingga minggu keempat Juli. Dalam sehari, rata-rata kami menangani hampir tiga kejadian kebakaran," ujar Kaleb, Jumat, 31 Juli 2026.
Data Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri menunjukkan, sepanjang Juni 2026 tercatat 37 kejadian kebakaran. Sementara hingga 26 Juli 2026, jumlahnya telah mencapai 83 kejadian atau bertambah 46 kasus dibandingkan total kejadian pada Juni.
Selama Juli, jumlah kejadian terus meningkat dari pekan ke pekan, yakni 15 kasus pada pekan pertama, 17 kasus pada pekan kedua, 23 kasus pada pekan ketiga, dan 28 kasus pada pekan keempat. Berdasarkan wilayah, Kecamatan Pare menjadi daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak selama Juli, yakni 11 kejadian.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Banyakan dengan delapan kejadian dan Kecamatan Tarokan sebanyak tujuh kejadian.
Kaleb menjelaskan, mayoritas kebakaran dipicu aktivitas pembakaran terbuka yang tidak diawasi. Sepanjang Juli, sebanyak 54 kejadian berasal dari pembakaran sampah maupun lahan, meningkat signifikan dibandingkan Juni yang hanya mencatat 20 kejadian. Selain itu, korsleting listrik menjadi penyebab kedua terbanyak dengan 10 kejadian.
Adapun berdasarkan objek yang terbakar, lahan tebu mendominasi dengan 23 kejadian, disusul rumpun bambu sebanyak 17 kejadian dan rumah tinggal sebanyak 11 kejadian. Menurut Kaleb, kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat api cepat menjalar sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
"Kebakaran paling banyak terjadi di lahan tebu, pembakaran sampah, dan rumpun bambu. Saat musim kemarau, material yang mengering sangat mudah terbakar sehingga api juga lebih cepat menyebar," katanya.
Sejak Januari hingga Juli 2026, Damkar Kabupaten Kediri telah menangani total 182 kejadian kebakaran. Untuk menekan peningkatan kasus selama musim kemarau, Satpol PP Kabupaten Kediri terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah selama musim kemarau karena api sangat mudah merambat dan memicu kebakaran yang lebih luas," ucap Kaleb.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....