Hujan di Musim Kemarau Masih Berpotensi Terjadi di Kediri

  • 29 Jul 2026 17:50 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Potensi hujan di tengah musim kemarau masih dapat terjadi di wilayah Kediri dalam beberapa hari ke depan. Meski sebagian wilayah telah memasuki periode kemarau, kondisi atmosfer saat ini masih memungkinkan terbentuknya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bersifat lokal dan berlangsung singkat.

Fenomena tersebut menjadi penjelasan atas kondisi cuaca di Kediri yang dalam beberapa hari terakhir didominasi langit mendung, bahkan disertai hujan di sejumlah kawasan. Situasi itu memunculkan anggapan bahwa musim kemarau mulai berakhir, padahal kondisi tersebut masih tergolong normal menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri, Satria, mengatakan hujan yang muncul saat musim kemarau tidak dapat dijadikan indikator berakhirnya musim kering. Ia menegaskan, musim kemarau di wilayah Kediri diprakirakan masih akan berlangsung hingga Agustus 2026.

"Prediksi kami menunjukkan musim kemarau masih berlanjut sampai Agustus. Jadi hujan yang terjadi saat ini bukan pertanda musim kemarau telah selesai," ujar Satria, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Satria, munculnya hujan di tengah musim kemarau dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang sedang aktif di wilayah Indonesia. Kedua fenomena tersebut berperan dalam meningkatkan pembentukan awan hujan meskipun tidak berlangsung secara merata.

Ia menjelaskan, dampak yang ditimbulkan dari aktivitas gelombang atmosfer tersebut berupa hujan yang bersifat lokal dengan durasi relatif singkat. Karena itu, tidak semua wilayah Kediri akan mengalami hujan pada waktu yang bersamaan.

Selain memicu hujan lokal, gelombang ekuator Rossby juga menyebabkan perubahan pada kondisi atmosfer lainnya. Salah satu dampaknya ialah menurunnya kecepatan angin rata-rata, sehingga proses pembentukan awan hujan menjadi lebih mudah terjadi di beberapa lokasi. Namun, pengaruh gelombang atmosfer ini hanya bersifat sementara.

BMKG memperkirakan setelah periode tersebut berakhir, kondisi cuaca akan kembali mengikuti pola musim kemarau seperti biasanya. Karakter cuaca diprediksi kembali didominasi suhu udara yang lebih panas, kelembapan lebih rendah, serta peluang hujan yang semakin berkurang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....