BIAS 2026 Dorong Sekolah Aktif Tingkatkan Cakupan Imunisasi Anak

  • 28 Jul 2026 18:27 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kota Kediri mendorong sekolah mengambil peran lebih aktif dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026.

Upaya tersebut diawali dengan sosialisasi yang melibatkan organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta guru PJOK dan UKS SD/MI se-Kota Kediri sebagai bentuk penguatan koordinasi menjelang pelaksanaan BIAS yang akan berlangsung pada Agustus hingga November 2026, Selasa, 28 Juli 2026, di salah satu hotel Kota Kediri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, mengatakan sekolah memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program imunisasi. Menurutnya, peran sekolah tidak hanya sebatas menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi, tetapi juga membantu pendataan sasaran, menyiapkan administrasi, serta memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya imunisasi.

"Melalui koordinasi ini, kami berharap pihak sekolah dapat berperan aktif mulai dari menyiapkan data sasaran, membantu proses pendataan peserta, hingga memberikan pemahaman kepada siswa maupun orang tua tentang pentingnya imunisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan cakupan BIAS di Kota Kediri," ujarnya.

Ia menjelaskan, BIAS merupakan program imunisasi lanjutan yang diberikan kepada anak usia sekolah sesuai kelompok sasaran dengan vaksin Difteri Tetanus (DT), Measles Rubella (MR), serta Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi. Menurutnya, vaksin HPV yang tersedia melalui program ini menjadi kesempatan penting bagi masyarakat karena biaya vaksin secara mandiri relatif tinggi.

"Jika dilakukan secara mandiri, vaksin HPV membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan dapat mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian dosisnya. Karena itu, masyarakat sebaiknya memanfaatkan program BIAS agar anak yang memenuhi kriteria sasaran bisa memperoleh imunisasi tersebut tanpa dipungut biaya," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua memastikan anak dalam kondisi sehat dan melengkapi formulir skrining kesehatan sebelum pelaksanaan imunisasi. Guru PJOK SDN Gayam 1, Luhung Dian Arga, menilai pelaksanaan BIAS di sekolahnya selama ini berjalan baik karena didukung komunikasi yang intensif dengan orang tua siswa. Menurutnya, sebelum imunisasi dilaksanakan, sekolah selalu menyampaikan informasi melalui koordinasi bersama komite sekolah sehingga orang tua memahami tujuan dan manfaat program tersebut.

"Kami selalu berkoordinasi terlebih dahulu dengan komite maupun perwakilan orang tua untuk menyampaikan rencana pelaksanaan imunisasi. Dengan cara itu, orang tua memperoleh informasi yang jelas sehingga dukungan terhadap pelaksanaan BIAS di sekolah tetap tinggi," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Neda, guru salah satu SD swasta di Kelurahan Bandar Kidul. Ia mengaku sosialisasi yang digelar Dinas Kesehatan memberikan tambahan pengetahuan bagi guru mengenai manfaat, keamanan, dan teknis pelaksanaan imunisasi sehingga lebih siap mendampingi siswa.

"Selama beberapa tahun terakhir, orang tua di sekolah kami menunjukkan antusiasme yang baik terhadap pelaksanaan BIAS. Mereka memahami bahwa imunisasi merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....