BMKG Soroti Potensi Kebakaran akibat Angin Kencang di Musim Kemarau

  • 25 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dhoho Kediri mengingatkan meningkatnya potensi kebakaran lahan maupun permukiman seiring menguatnya angin kencang yang terjadi menjelang puncak musim kemarau. Kondisi cuaca yang ditandai dengan kelembapan udara rendah dan embusan angin yang lebih kuat dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila muncul sumber kebakaran.

Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik sekaligus Prakirawan Cuaca BMKG Dhoho Kediri, Satria Kridha Nugraha, menjelaskan fenomena angin kencang yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir masih berada dalam kategori normal. Menurutnya, angin tersebut merupakan angin musiman yang bertiup dari arah selatan dan lazim terjadi ketika wilayah Jawa memasuki puncak musim kemarau.

Namun, lanjut Satria, pengaruh fenomena El Nino membuat kecepatan angin menjadi lebih tinggi dibandingkan kondisi pada musim kemarau biasa. Akibatnya, sejumlah risiko ikut meningkat, terutama terhadap penyebaran api di lahan kering maupun kawasan permukiman.

"Pola anginnya masih normal karena memang menjadi ciri musim kemarau. Hanya saja, pengaruh El Nino membuat embusan angin terasa lebih kuat sehingga dampaknya perlu lebih diwaspadai," ujar Satria, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menegaskan, angin kencang yang terjadi saat ini berbeda dengan angin puting beliung. Puting beliung umumnya bersifat lokal dan berlangsung singkat, sedangkan angin musiman mampu menjangkau wilayah yang lebih luas dengan durasi yang lebih lama.

Selain meningkatkan risiko kebakaran, angin kencang juga berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi dan menyebabkan kerusakan pada bangunan yang kondisinya sudah tidak kokoh. Karena itu, masyarakat diminta memeriksa kondisi atap rumah maupun bangunan lain yang rentan terdampak embusan angin.

Satria juga mengingatkan sektor transportasi agar lebih memperhatikan kondisi cuaca, terutama bagi moda yang rentan terhadap terpaan angin dari arah samping. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kestabilan kendaraan maupun operasional penerbangan.

"Angin dari arah samping bisa memengaruhi keseimbangan kendaraan, termasuk pesawat. Karena itu, informasi cuaca perlu menjadi salah satu pertimbangan sebelum melakukan perjalanan," katanya.

Menurut BMKG, ancaman yang paling perlu diantisipasi selama puncak musim kemarau adalah kebakaran. Rendahnya kadar uap air di udara membuat vegetasi lebih mudah terbakar, sementara embusan angin berkecepatan tinggi dapat mempercepat penjalaran api ke area yang lebih luas.

"Ketika udara semakin kering dan angin bertiup lebih kencang, api akan lebih cepat menyebar. Sebisa mungkin hindari aktivitas pembakaran terbuka, karena percikan kecil sekalipun dapat memicu kebakaran yang lebih besar," jelasnya.

BMKG Dhoho Kediri mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak angin kencang selama puncak musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....