Keteladanan Nabi Ibrahim di tengah Tantangan Zaman Modern

  • 06 Jun 2026 06:54 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Keteladanan Nabi Ibrahim AS dinilai tetap relevan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern saat ini. Dalam Kajian Mutiara Pagi, Sabtu, 6 Juni 2026, Ustaz As'ad Efendy, Dosen Universitas Strada Indonesia, mengajak masyarakat meneladani sosok Nabi Ibrahim.

Menurut Ustaz As'ad, Nabi Ibrahim merupakan salah satu nabi yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain termasuk golongan ulul azmi, nama Nabi Ibrahim juga selalu disebut umat Islam dalam bacaan salawat saat menjalankan ibadah salat.

"Nabi Ibrahim adalah sosok yang ketika diberi ujian oleh Allah SWT selalu menyempurnakannya. Beliau menunjukkan kualitas keimanan yang luar biasa sehingga menjadi teladan bagi seluruh umat manusia," kata Ustaz As’ad kepada RRI.

Dalam Al-Qur'an Surah An-Nahl ayat 120-121, Allah SWT memberikan empat sebutan istimewa kepada Nabi Ibrahim. Pertama, sebagai umat atau teladan dalam kebaikan, kedua, sosok yang tunduk dan patuh terhadap hukum Allah SWT.

Ketiga, Nabi Ibrahim sebagai pribadi yang lurus dalam bertauhid. Dan keempat, hamba yang senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Ustaz As'ad menyoroti tantangan tauhid yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, meskipun berhala fisik sudah jarang ditemukan, manusia modern memiliki bentuk "berhala" lain yang sering kali tanpa disadari menjadi pusat kehidupannya.

"Sekarang bisa jadi yang disembah bukan lagi patung, tetapi uang, jabatan, ketenaran, jumlah pengikut di media sosial, atau pencarian validasi melalui tanda suka dan komentar. Ketika semua itu menjadi tujuan utama hidup, maka seseorang perlu kembali mengevaluasi ketauhidan dirinya," ucapnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama kehidupan. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS yang selalu mendahulukan hak-hak Allah dalam setiap aspek kehidupannya.

Melalui keteladanan tersebut, umat Islam diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keimanan yang menjadi fondasi utama kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....