Rumah Terbakar, Lansia Rugi hingga Rp500 Juta

  • 06 Jul 2026 14:00 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Rumah milik Mutofiah di RT 04 RW 03, Dusun Turus, Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, terbakar pada Senin dini hari, 6 Juli 2026

RRI.CO.ID, Kediri - Rumah milik Mutofiah di RT 04 RW 03, Dusun Turus, Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, terbakar pada Senin dini hari, 6 Juli 2026. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.03 WIB hingga 03.40 WIB.

Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan kebakaran berawal dari kelalaian pemilik rumah yang sudah lanjut usia. "Berdasarkan laporan dari perangkat desa dan saksi Bapak Budi, api berasal dari pemilik rumah yang menyalakan kayu bakar untuk memasak dan lupa memadamkannya. Api kemudian merembet ke tumpukan kayu hingga membakar seluruh rumah," ujar Kaleb.

Kaleb menjelaskan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai ±14 Ru. Petugas menerima laporan pertama pada pukul 00.59 WIB dari warga bernama Budi.

"Dengan kejadian ini, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol langsung bergerak dan berangkat pukul 01.03 WIB dan tiba di lokasi pukul 01.16 WIB," katanya.

Ia menyebutkan, aksi pemadaman melibatkan 2 unit armada Pos Grogol kapasitas 5.000 liter, nopol AG 8156 EP dan AG 8157 EP. "Selain itu, ada pula 1 unit armada dari Kota Kediri dengan total 10 personel," jelas Kaleb.

Dari insiden ini, upaya pemadaman berlangsung sekitar 2,5 jam dan dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya sesuai SOP pada pukul 03.40 WIB. Dengan peristiwa tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta. Namun, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai Rp300 juta.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Baik luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia nihil," kata Kaleb.

Menyikapi kejadian ini, Kaleb mengimbau warga, khususnya yang memiliki anggota keluarga lanjut usia, untuk lebih waspada.

"Kami imbau, warga lansia jangan ditinggalkan saat memasak menggunakan kayu bakar atau kompor. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggal. Satu kelalaian kecil bisa menimbulkan kerugian besar," katanya.

Kaleb juga meminta perangkat desa aktif melakukan edukasi pencegahan kebakaran kepada warga, terutama menjelang musim kemarau yang rawan karhutla dan kebakaran permukiman.

Terpisah, Srianah, seorang warga di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, mengaku, selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini.

"Saya juga sering mengimbau anak dan keluarga di rumah, untuk berhati-hati dengan instalasi listrik, kompor, dan mewaspadai jika ada tetangga yang membakar sampah. Sebab, angin yang saat ini cenderung kencang juga berpotensi bisa memperluas bara api," kata Srianah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....