BPS Waspadai Pergerakan Inflasi Pendidikan pada Bulan Juli 2026
- 02 Jul 2026 17:01 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Rencana dimulainya tahun ajaran baru pada Juli 2026 diperkirakan menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendorong kenaikan inflasi di Kota Kediri. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi peningkatan pengeluaran, terutama untuk kebutuhan pendidikan, di tengah potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pada bulan ini.
Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, mengatakan inflasi Kota Kediri pada Juni 2026 masih relatif terkendali. Inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,12 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 0,30 persen maupun nasional sebesar 0,44 persen. Sementara inflasi tahunan (year-on-year) berada di angka 2,92 persen.
"Inflasi Juni di Kota Kediri masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur maupun nasional. Namun memasuki Juli, ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga di tingkat konsumen," ujar Emil, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Emil, salah satu faktor yang diperkirakan memberi tekanan terhadap inflasi adalah dimulainya tahun ajaran baru. Kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan sekolah, biaya pendidikan, hingga potensi penyesuaian tarif pendidikan dinilai dapat memicu kenaikan pengeluaran rumah tangga.
"Tarif pendidikan perlu menjadi perhatian karena Juli merupakan awal tahun ajaran baru. Selain itu, harga kebutuhan sekolah seperti seragam, buku, alat tulis, tas, dan perlengkapan lainnya juga biasanya mengalami penyesuaian," katanya.
Selain sektor pendidikan, BPS juga mengingatkan potensi kenaikan harga akibat gangguan pasokan pangan yang dipengaruhi kondisi cuaca, penyesuaian harga BBM nonsubsidi, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dapat berdampak pada harga barang elektronik dan suku cadang kendaraan.
| Baca juga: Pemerintah Kota Kediri Raih Opini WTP ke-12 |
Data BPS menunjukkan, inflasi Juni didorong terutama oleh kelompok transportasi dengan andil 0,25 persen. Komoditas penyumbang inflasi terbesar berasal dari bensin, bawang putih, emas perhiasan, angkutan udara, dan bawang merah. Sebaliknya, penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, sawi hijau, telur ayam ras, dan sejumlah komoditas hortikultura turut menahan laju inflasi.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bambang Tri Lasmono, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi salah satu pemicu inflasi selama Juni. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas masyarakat saat peringatan Tahun Baru Islam juga ikut mendorong permintaan terhadap bahan kebutuhan pokok.
"Kami terus melakukan pemantauan harga dan memastikan distribusi komoditas tetap lancar agar gejolak harga bisa dikendalikan. Memasuki Juli, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus perhatian karena kebutuhan masyarakat dipastikan meningkat," ujarnya.
Pemerintah Kota Kediri melalui TPID menyatakan akan terus memperkuat pengawasan harga dan menjaga ketersediaan pasokan di pasar. Masyarakat juga diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, mengingat pemerintah memastikan stok berbagai komoditas tetap tersedia guna menjaga stabilitas harga di Kota Kediri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....