Melalui Akses Pendidikan, Sekolah Rakyat Diproyeksikan Putus Rantai Kemiskinan
- 13 Jun 2026 15:35 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jombang diproyeksikan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan gratis ini, anak-anak dari kelompok masyarakat rentan diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Jombang saat ini terus melakukan percepatan validasi faktual terhadap calon peserta didik menjelang pelaksanaan tahun ajaran 2026/2027. Verifikasi dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga untuk memastikan program tersebut benar-benar diterima oleh keluarga yang memenuhi kriteria.
Proses pendataan melibatkan tim lintas sektor bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang. Selain memeriksa kelengkapan administrasi, tim juga melihat langsung kondisi sosial ekonomi keluarga calon peserta didik agar penyaluran program berjalan tepat sasaran.
Salah satu keluarga yang mengikuti proses validasi berasal dari Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan. Zalika, orang tua calon siswa sekolah dasar Bagus Puji Pangestu, mengaku bersyukur anaknya mendapat kesempatan mengikuti Program Sekolah Rakyat. "Kami sangat berterima kasih karena anak kami memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan melalui program ini. Semoga kelak ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang berhasil, membanggakan keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Zalika, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia berharap Program Sekolah Rakyat dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya. Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, mengatakan hasil validasi di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut.
Menurutnya, banyak keluarga yang berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi jalan bagi anak-anak mereka untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. "Kami melihat semangat anak-anak dan dukungan orang tua sangat besar. Harapannya kuota yang tersedia dapat terpenuhi sehingga semakin banyak anak yang bisa mendapatkan akses pendidikan melalui program ini," kata Agus.
Pemerintah Kabupaten Jombang juga menyiapkan pola penerimaan yang lebih fleksibel agar program mampu menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah maupun yang selama ini belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, menjelaskan mekanisme penerimaan peserta didik tidak hanya difokuskan pada siswa kelas awal, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus.
"Program ini menggunakan mekanisme yang memungkinkan peserta didik masuk dari berbagai jenjang sesuai kondisi di lapangan. Prioritas diberikan kepada anak putus sekolah, anak terlantar, serta keluarga kurang mampu agar akses pendidikan dapat semakin luas," ujar Agung.
Di samping itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni, menegaskan proses verifikasi dilakukan secara langsung agar penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat. "Kami melakukan pengecekan langsung ke rumah calon peserta didik untuk memastikan program ini diterima oleh keluarga yang memang layak mendapatkan bantuan pendidikan," ujar Mouna.
Melalui proses verifikasi yang melibatkan berbagai instansi tersebut, Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi instrumen pemerataan pendidikan sekaligus memperbesar peluang anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan taraf hidupnya melalui pendidikan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....