SPMB, Dikbud Jombang Siapkan Opsi Pendaftaran Offline untuk SMPN Sepi Peminat
- 30 Jun 2026 10:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menyiapkan opsi pendaftaran secara offline bagi SMP Negeri yang masih kekurangan peserta didik setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai. Langkah tersebut menjadi alternatif apabila proses pemenuhan pagu yang dijadwalkan pada awal Juli belum mampu mengisi seluruh kursi yang masih tersedia.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan saat ini masih terdapat sejumlah SMP negeri, terutama di wilayah pinggiran, yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru. Karena itu, sekolah-sekolah tersebut akan lebih dulu mengikuti tahapan pemenuhan pagu sebelum diputuskan langkah lanjutan.
Berdasarkan hasil sementara, di wilayah utara Sungai Brantas hanya SMPN 1 Ploso yang telah memenuhi kuota. Sementara sekolah negeri lainnya masih menyisakan kursi kosong. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah selatan Kabupaten Jombang. Baru SMPN 1 Bareng yang berhasil memenuhi daya tampung, sedangkan SMPN 2 Bareng, sejumlah SMP negeri di Kecamatan Wonosalam, serta beberapa sekolah lainnya masih kekurangan peserta didik.
Sesuai jadwal, sekolah yang belum memenuhi kuota wajib mengajukan laporan dan permohonan pemenuhan pagu kepada Dinas Pendidikan pada 1 Juli. Selanjutnya, proses analisis dilakukan pada 2 Juli, sebelum pendaftaran pemenuhan pagu secara daring dibuka pada 3 Juli. Hasil seleksi akan diumumkan pada 4 Juli, sedangkan daftar ulang dilaksanakan sehari berikutnya.
"Tahapan pemenuhan pagu tetap kami laksanakan secara online. Harapannya, proses ini bisa mengakomodasi calon peserta didik sehingga kursi yang masih kosong dapat terisi," kata Eko, Selasa, 30 Juni 2026.
Namun demikian, Dinas Pendidikan tidak menutup kemungkinan menerapkan mekanisme lain apabila setelah tahapan tersebut masih terdapat sekolah yang belum memenuhi daya tampung. "Kalau setelah pemenuhan pagu masih ada sekolah yang belum terpenuhi kuotanya, tentu akan kami evaluasi kembali. Salah satu alternatif yang sedang kami pertimbangkan adalah membuka pendaftaran secara offline, tetapi keputusan itu akan dibahas bersama terlebih dahulu. Yang terpenting, kesempatan masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan di sekolah negeri tetap terbuka," ujar Eko.
Menurutnya, kebijakan lanjutan tersebut akan ditentukan setelah seluruh tahapan pemenuhan pagu selesai dilaksanakan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan daya tampung sekolah negeri dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....