Disdik Jombang Siapkan Penguatan Operator jelang SPMB 2026/2027
- 31 Mei 2026 14:05 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang berencana memberikan penguatan kembali kepada operator sekolah dasar menjelang tahapan seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menyamakan pemahaman teknis di seluruh sekolah sekaligus meminimalkan potensi kesalahan selama proses pendaftaran berlangsung.
Penguatan tersebut dinilai penting karena masih terdapat perbedaan pemahaman terkait mekanisme SPMB di tingkat sekolah. Padahal, saat ini tahapan pendataan peserta didik telah berjalan dan akan berakhir pada 13 Juni mendatang.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan pihaknya masih menemukan sejumlah orang tua yang datang langsung ke kantor dinas untuk mencari informasi mengenai prosedur pendaftaran. Kondisi itu menunjukkan bahwa sosialisasi yang telah dilakukan perlu diperkuat hingga ke tingkat operator sekolah.
"Kami masih menerima cukup banyak pertanyaan dari orang tua terkait tahapan dan mekanisme SPMB. Karena itu, operator sekolah perlu mendapatkan pemahaman yang sama agar informasi yang diterima masyarakat tidak berbeda-beda," ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.
Menurut Eko, pada tahap pendataan yang berlangsung sejak 5 Mei hingga 13 Juni, proses pendaftaran sebenarnya dapat dilakukan secara mandiri oleh orang tua. Peran operator sekolah lebih difokuskan pada pendampingan apabila terdapat kendala teknis saat pengunggahan dokumen atau pengisian data.
Ia menjelaskan bahwa selama ini masih ada anggapan bahwa seluruh proses pendaftaran menjadi tanggung jawab sekolah. Padahal, keputusan terkait pilihan sekolah dan kelengkapan administrasi tetap berada di tangan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak.
"Operator hanya membantu mendampingi prosesnya. Untuk pendaftaran dan penentuan pilihan sekolah tetap menjadi kewenangan orang tua," katanya.
Setelah dokumen yang diunggah dinyatakan valid, calon peserta didik akan memperoleh bukti pendataan yang memuat PIN, username, dan password. Data tersebut menjadi akses utama untuk mengikuti tahapan seleksi pada periode berikutnya.
Eko menambahkan, penguatan kepada operator juga dilakukan untuk memastikan seluruh sekolah memahami alur kerja aplikasi SPMB secara seragam. Sebab, kemampuan memahami sistem dan menyampaikan informasi di masing-masing sekolah tidak selalu sama.
"Kami ingin memastikan tidak ada perbedaan penafsiran di lapangan. Dengan pemahaman yang seragam, pelayanan kepada masyarakat juga bisa lebih optimal," ucapnya.
Usai masa pendataan berakhir pada 13 Juni pukul 15.00 WIB, Disdikbud Jombang akan melaksanakan simulasi aplikasi SPMB pada 15 hingga 17 Juni. Simulasi tersebut dimaksudkan agar calon peserta didik dan orang tua lebih familiar dengan sistem yang akan digunakan saat proses seleksi.
"Melalui simulasi ini, siswa dapat mengenali fitur dan alur aplikasi sehingga ketika masa pendaftaran seleksi dibuka mereka sudah lebih siap," ujar Eko.
Tahapan berikutnya adalah pendaftaran seleksi tahap pertama melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi yang berlangsung pada 18 hingga 20 Juni. Selanjutnya, jalur domisili akan dibuka pada tahap kedua pada 23 hingga 25 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....