ITS dan Mahasiswa Internasional Tertarik Produksi Tahu dan Getuk GTT Kediri
- 26 Jun 2026 11:34 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – UMKM Gudange Tahu Takwa (GTT) yang berlokasi di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, menarik perhatian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sehingga dalam kegiatan Value Chain And Circular Business Enhancement Of Indonesia’s Local Agricultural Products mengajak sejumlah mahasiswa Internasional berkunjung, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan tersebut juga merupakan edukasi dan pengenalan potensi industri pangan lokal di wilayah Kabupaten Kediri. Dalam kesempatan itu, para peserta melihat secara langsung proses produksi dua produk khas Kediri, yakni tahu takwa dan getuk pisang yang menjadi ikon kuliner daerah.
Ketua Lab Production/ Manufacturing System, Departeman Teknik Dan Sistem Industry, ITS Surabaya, Prof. Maria Anityasari menyampaikan kegiatan merupakan orientasi terkait produktifitas, peningkatan kualitas, pemasaran, agar UMKM bisa berkembang. Program KKN Internasional atau Global Community Outreach diikuti mahasiswa dari Swedia delapan orang, Belgia dua orang, Finlandia tiga orang, dan Malaysia dua orang.
“Di Kediri ini unik, ada tahu, ada getuk pisang, maka kami berfikir untuk datang ke Kediri dan teman-teman luar negeri ini juga nggak pernah ngerti getuk pisang mereka ngertinya pisang pohon itu. Dan tahu mereka ngertinya tahu sutra, tapi yang namanya tahu walik, stik tahu, tahu bulat itu nggak pernah ngerti, karena itu kami ajak melihat proses produksinya,” ujarnya.
Sementara Pemilik UMKM GTT Kabupaten Kediri sekaligus Kepala Desa Toyoresmi, Gatot Siswanto menyambut baik kunjungan tersebut, karena dapat menjadi sarana promosi memperkenalkan produk unggulan daerah. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan produksi, mulai dari proses pengolahan bahan baku, hingga pengemasan produk.
“Tamu yang darimanapun semua kita layani yang baik, yang sama, karena ini membawa nama daerah juga membawa nama citra perusahaan kami,” ucapnya. Gatot berharap kunjungan ITS Surabaya dan mahasiswa Internasional kedepan membawa dampak positif bagi UMKM GTT.
“Dari ITS yang berkunjung ke kami, nggak tau informasi darimana, karena memang tempat kami sejak dulu sering dipakai tujuan berkunjung. Dengan seringnya dipakai kunjungan, studi banding, belajar, kami harapkan ada flashback (dampak) positif ke kami supaya ada kemajuan, jadi tidak hanya sekedar kunjungan,” katanya.
Salah satu mahasiswa asal Swedia, Hugo Liedstrom, mengaku kagum dengan proses produksi yang dilakukan UMKM GTT. Menurutnya, produk lokal yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang.
UMKM GTT berkomitmen melakukan inovasi dan menjaga kualitas produk khas daerah serta mendukung pengembangan ekonomi lokal. Yaitu melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian kuliner tradisional khas Kabupaten Kediri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....