Warga hingga Supir Ojol di Jombang Keluhkan Kelangkaan Pertalite
- 24 Jun 2026 14:20 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Jombang mulai dikeluhkan warga dan pengemudi ojek online.
Salah satu pengemudi ojek online di Jombang, Roy Gunawan, mengaku telah merasakan dampak kelangkaan Pertalite sejak tiga hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut memaksanya menggunakan Pertamax agar tetap dapat beroperasi melayani pelanggan. Akibatnya, biaya operasional harian meningkat dan berpotensi mengurangi pendapatan yang diperoleh.
“Jelas lebih mahal. Kalau kondisi seperti ini terus, kami sulit mendapatkan keuntungan. Malah bisa minus. Pendapatan ojol di daerah seperti Jombang ini tidak sebesar di kota-kota besar, sementara pengeluaran untuk bahan bakar terus bertambah,” kata Roy, Rabu, 24 Juni 2026.
Roy menilai kelangkaan Pertalite cukup memberatkan para pengemudi yang mengandalkan kendaraan bermotor sebagai sumber penghasilan utama. Ia berharap pasokan BBM bersubsidi segera kembali normal agar aktivitas transportasi masyarakat tidak terganggu.
Keluhan berbeda disampaikan Anshar, salah seorang warga Jombang. Ia mengaku harus mendatangi lebih dari satu SPBU untuk mendapatkan Pertalite setelah beberapa lokasi yang didatanginya kehabisan stok. Kondisi tersebut membuat waktu dan aktivitas hariannya menjadi terganggu.
“Biasanya cukup mengisi bahan bakar di SPBU terdekat. Sekarang harus mencari ke beberapa tempat karena stok sering kosong. Selain menghabiskan waktu, masyarakat juga khawatir kalau kondisi ini berlangsung lebih lama,” ujar Anshar.
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Solehudin, penjual bensin eceran di salah satu pom mini Jombang, yang turut merasakan dampak kelangkaan Pertalite. Ia mengaku sudah sekitar satu pekan terakhir kesulitan memperoleh pasokan BBM untuk dijual kembali kepada pelanggan.
“Informasi yang kami terima hanya stok sedang kosong. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan Pertalite tersedia lagi,” kata Solehudin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....