Tingkatkan Profesionalisme Tutor, 27 Peserta Ikuti Sertifikasi Bahasa Inggris

  • 15 Jun 2026 11:19 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Sebanyak 27 peserta dari berbagai kalangan mengikuti Uji Kompetensi Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris (LSK BIG). Kegiatan dilaksanakan di Titik Nol English Course, Kampung Inggris, Pare, Kediri yang ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) satu-satunya di Kabupaten Kediri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan pengakuan kompetensi bahasa Inggris masyarakat melalui sertifikasi yang terstandar secara nasional. Para peserta mengikuti serangkaian tahapan uji yang meliputi kemampuan mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).

Chief Marketing Officer (CMO) Titik Nol English Course, Annisa Rahma Maulina, Minggu, 14 Juni 2026 menyampaikan tujuan kegiatan untuk mengukur dan memvalidasi kompetensi. Khusunya bagi pengajar atau tutor Bahasa Inggris sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Karena rata-rata pengajar, jadi kita ada pengajar terdidik yang disertifikasi dukungan dari pemerintah. Sebenarnya ada beberapa sertifikasi lain, tidak hanya tenaga pendidik saja tetapi juga digital marketing, desain, atau lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan adanya sertifikasi, maka pengajar (tutor) dari suatu lembaga telah dinyatakan berkompeten kemampuannya untuk memberikan ilmu kepada siswa. “Salah satu dari peserta ada yang membuat pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak, sehingga harus memiliki sertifikat untuk memvalidasi bahwa pengajar tersebut terdidik dan berkompeten,” jelasnya.

Sementara Frisca Lutfi Nurul Jannah salah satu peserta Uji Kompetensi Bahasa Inggris mengatakan dalam tes terdapat empat skill yang diujikan. “Kita diberikan kurang lebih 90 soal dan yang sesi terakhir adalah speaking, dimana kita diuji dengan diberikan gambar, disuruh mendeskripsikan dalam Bahasa Inggris dan ditanya tentang pendapat,” ucapnya.

Ia berharap semua tutor (pengajar) dapat menguasai banyak skill, tidak hanya speaking tetapi juga writing, reading atau listening, karena ada penilaian yang terstandarisasi ISO 9001 dan LSK BIG. “Jadi harapannya tutor disini, memang tutor yang memang punya potensi dibidang Bahasa Inggris, tidak hanya satu skill tapi multi skill sehingga bisa lebih berimpact ke studentnya,” kata Frisca.

Setelah mendapat sertifikasi ia berkomitmen lebih meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, terutama di empat skill tersebut. “Dan lebih bertanggung jawab untuk mengajar ke student dengan memberikan pembelajaran dan materi yang terbaik, supaya ,menciptakan meaningful learning (pembelajaran yang bermakna),” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....