Dipasok Dari Malang, Blitar dan Jateng, Harga Cabai di Kediri Stabil
- 12 Jun 2026 00:00 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Harga komoditas aneka cabai di Kabupaten Kediri relatif stabil, dan mendapat pasokan dari wilayah Malang dan Blitar. Hal tersebut berdasarkan rilis harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Kamis, 11 Juni 2026.
Harga komoditas Cabai Merah Besar (CMB) jenis Gada EVO rata-rata Rp34.000 per kilogram, jenis Imola harga ditingkat grosir Rp32.000 per kilogram. Dan cabai besar jenis Sandi 08 harga rata-rata sekitar Rp30.000 per kilogram.
“Harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting mengalami sedikit penurunan, namun masih dalam tahap kewajaran. Pasokan cabai rawit merah dari Jawa Tengah bertambah, sedangkan harga cabai merah besar dan pasokan di pasar masih tetap,” ucap Suyono, Ketua APCI Kabupaten Kediri.
Sementara harga Cabai Merah Keriting (CMK) untuk varietas Boos Tavi harga ditingkat grosir Rp30.000 turun Rp1.000 menjadi Rp29.000 per kilogram. Kemudian cabai merah keriting jenis Sibad 46 dengan harga di pasar induk Pare sekitar Rp28.000 turun Rp1.000 menjadi Rp27.000 per kilogram.
Harga Cabai Rawit Merah (CRM) varietas Brengos 99 rata-rata Rp57.000 turun Rp2.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Cabai rawit jenis Asmoro 043 harga Rp55.000 turun Rp2.000 menjadi Rp53.000 per kilogram.
Sedangkan cabai rawit merah jenis Prentol Tumi 99 harga Rp47.000 turun Rp2.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Dan cabai rawit jenis Juwita 25 F1 harga rata-rata Rp47.000 turun Rp2.000 menjadi Rp45.000 per kilogram,” ucapnya.
Penyerapan cabai pada sektor industri melalui glower, cabai merah besar sebanyak 1,5 Ton, cabai merah keriting sebanyak 1,5 Ton dan cabai rawit merah sebanyak 2 Ton. Pasokan aneka jenis cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, untuk cabai merah besar dari wilayah Kediri dan Malang sebanyak 5 Ton.
Untuk pasokan cabai merah keriting dari wilayah lokal Kediri dan Blitar sebanyak 3 Ton dan pasokan cabai rawit merah dari wilayah Kediri dan Jawa Tengah sebanyak 10 Ton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....