Mengenal Kamus BIMA untuk Generasi Inklusif Indonesia

  • 06 Jun 2026 05:43 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Kamus BIMA (Bahasa Isyarat Matematika) merupakan sebuah media pembelajaran yang diciptakan untuk teman disabilitas khususnya tunarungu untuk mempermudah dalam memahami cara berhitung matematika. Metode ini diciptakan bagian dari inovasi yang dilakukan oleh tim peneliti kamus bahasa isyarat Matematika (Kamus BIMA) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri untuk generasi inklusif Indonesia.

Kamus BIMA ini dihadirkan karena bagian bentuk inovasi pendidikan inklusi yang pada dasarnya kurangnya numerasi pada difabel khususnya tunarungu. Sehingga kamus ini diharapkan dapat membantu peserta didik tunarungu untuk memahami konsep matematika agar lebih mudah, sitematis dan komunikatif.

Dalam kesempatan Dialog Pagi Kediri Menyapa RRI Kediri, Jumat, 05 Juni 2026, Peneliti dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nusantara PGRI Kediri Dr. Ika Santia, S. Pd., M. Pd. menjelaskan perjalanan konsep kamus BIMA hingga proses pengujian.

“Kamus BIMA ini tercetus pada tahun 2023, hasil analisis kebutuhan para guru SLB yang membutuhkan komunikasi bahasa isyarat untuk penggunaan dioperasi pelajaran matematika. Pada tahun itu dimulai dari SLB Negeri Kandat dengan mengajak para guru untuk membuat suatu video peragaan operasi matematika menggunakan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), kemudian diolah dan dijadikan suatu produk yang diberi nama Kamus BIMA yang dahulunya masih berupa website sehingga terbatas untuk kalangan tertentu.” ujar Ika sapaan akrabnya.

Ia juga menyampaikan ini merupakan bentuk kolaborasi dari dosen Matematika, TI dan dosen SI untuk mempermudah bentuk komunikasi siswa tunarungu karena mengingat siswa tunarungu untuk matematika sulit untuk menggunakan bahasa isyarat. Kamus ini dirancang khusus untuk menerapkan konsep simbol operasi hitung matematika yang digunakan bahasa isyarat, harapannya kamus BIMA ini menjadi jembatan Komunikasi antara guru, siswa dan orang tua agar masyarakat secara tidak langsung memiliki kesamaan untuk memperoleh hak pendidikan terutama pelajaran matematika khususnya diperhitungan numerasi.

Untuk mengimplementasikan kamus BIMA ini kepada sekolah luar biasa khususnya pada difabel tunarungu butuh pengujian kamus BIMA apakah sudah sesuai harapan. Terdapat 5 sekolah difabel di Kediri yang terpilih sebagai tempat uji atau penelitian kamus BIMA ini.

“Kami telah melakukan pengujian kamus BIMA ini di SLB Negeri Kandat, SLB Kanigoro, SLB Budi Mulya Kandat, SLB Dharma Wanita Grogol dan SLB Nurul Ikhsan Ngadiluwih. Kami juga berencana untuk menguji kamus ini bekerjasama dengan SLB yang ada di kabupaten Kediri nantinya, karena hingga saat ini sudah banyak permintaan yang datang kepada kami.” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....