Tim Peneliti UNP Kediri Gelar Pengujian Kamus BIMA di SLB Dharma Wanita Grogol

  • 03 Jun 2026 15:38 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Tim Peneliti Universitas Nusantara PGRI Kediri melakukan pengujian Kamus Bahasa Isyarat Matematika (Kamus BIMA) di SLB Dharma Wanita Grogol Kabupaten Kediri
  • Kamus BIMA ini berisikan operasi dasar Matematika, seperti penjumlahan dan pengurangan, sehingga sangat sesuai digunakan untuk anak tuna rungu mulai dari tingkat SD hingga SMA

RRI.CO.ID, Kediri - Tim Peneliti Universitas Nusantara PGRI Kediri melakukan pengujian Kamus Bahasa Isyarat Matematika (Kamus BIMA) di SLB Dharma Wanita Grogol Kabupaten Kediri. Pada agenda ini, hadir Ketua Tim Penelitian UNP Kediri, Dr Ika Santia, M.Pd, bersama segenap anggota tim.

Mereka meliputi Najibulloh Muzaki, M.Cs, dan Dr Aprilia Dwi Handayani. Ika menjelaskan, terkait Pemilihan SLB Dharma Wanita Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, sebagai lokasi pengujian Kamus BIMA, didasari oleh adanya Program Hibah dari DPPM Kemdiktisaintek Skema Prototipe 2026.

Tepatnya, ada 5 sekolah Luar Biasa di Kediri, yang berhasil terpilih, sebagai tempat Penelitian Kamus BIMA. "Alhamdulillah ada lima mitra kami yang berhasil terpilih. Mereka masing-masing, SLB Negeri Kandat, SLB Budi Mulya Kandat, SLB Kanigoro, SLB Nurul Ikhsan Ngadiluwih dan SLB Dharma Wanita Grogol," kata Ketua Tim Penelitian UNP Kediri, Dr Ika Santia, M.Pd, saat menggelar pengujian Kamus BIMA di SLB Dharma Wanita Grogol, Kabupaten Kediri, Rabu, 3 Juni 2026.

Ika menyatakan, keberadaan Kamus BIMA memang dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan numerasi bagi para siswa tunarungu. "Dengan begitu, kehadiran Kamus BIMA, dapat digunakan selayaknya kalkulator, yang dilengkapi gambar arau visual, sehingga lebih menarik, bagi anak-anak," kata Ika.

Menurutnya, Kamus BIMA ini berisikan operasi dasar Matematika, seperti penjumlahan dan pengurangan, sehingga sangat sesuai digunakan untuk anak tuna rungu mulai dari tingkat SD hingga SMA. "Jadi kehadiran kami di sini untuk meminta validasi dari bapak ibu guru, bagaimana pendapat mereka tentang penerapan Kamus BIMA," kata Ika.

Sementara itu, Kepala Sekolah Luar Biasa Dharma Wanita Grogol Kabupaten Kediri, Binti Rokhana, mengaku senang, dan mengucapkan terima kasih atas bantuan Tim UNP Kediri. "Alhamdulillah para murid ini bisa ikut terbantu dengan Kamus BIMA ini. Anak-anak, juga bisa memiliki tambahan ilmu dan mempraktekkan alat hitung yang kekinian, apalagi ini ada gambar yang bergerak, mereka sangat senang," kata Binti.

Senada dengan Binti, Guru SLB Dharma Wanita Grogol Kabupaten Kediri, Purwaningsih, mengemukakan, sangat bangga karena dari sejumlah SLB di Kabupaten Kediri, lembaga sekolahnya bisa menjadi salah satu tempat pengujian Kamus BIMA. "Dengan Program Prototipe UNP Kediri ini, anak-anak kami sangat bahagia karena di sini mereka bisa ikut merasakan kemajuan teknologi yang tentu sangat menunjang peningkatan kualitas pendidikan mereka. Kami sangat senang dengan program ini, dan terima kasih kepada UNP Kediri," kata Purwaningsih.

Pada kegiatan pengujian Kamus BIMA ini diikuti sekitar 20 anak tuna rungu di SLB Dharma Wanita Grogol Kabupaten Kediri. Mereka mengaku sangat senang, bisa mengenal Kamus BIMA, karena berhasil menjawab soal matematika dengan mudah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....