Krisis Tenaga Kerja, Pertanian Indonesia Butuh Generasi Baru

  • 30 Mei 2026 22:56 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sektor pertanian Indonesia menghadapi ancaman serius akibat minimnya regenerasi tenaga kerja. Direktur Paskomnas Indonesia, Soekam Parwadi, menyoroti semakin menua­nya buruh tani di lapangan dan kesulitan generasi muda untuk menggantikan pekerjaan fisik berat di lahan pertanian.

Mayoritas pekerjaan berat, seperti menanam padi di jutaan hektare lahan, masih dilakukan secara manual oleh buruh tani lanjut usia.

“Jika sistem agribisnis tidak segera dibenahi, Indonesia akan kehabisan tenaga kerja. Generasi muda tidak akan sanggup melakukan kerja fisik seberat itu, sementara buruh senior terus menua dan melemah,” tegas Soekam.

Ia menekankan transformasi pertanian berbasis teknologi sebagai langkah mendesak untuk menjaga keberlanjutan sektor pangan nasional.

Digitalisasi pertanian, kata Soekam, harus diterapkan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan irigasi berbasis teknologi informasi, pemupukan presisi, hingga pengecekan kualitas tanah dan air menggunakan perangkat modern.

Meski mesin penanam padi atau rice transplanter sudah tersedia, penggunaannya di lapangan masih terbatas.

Soekam mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mempercepat pengadaan mekanisasi pertanian secara komprehensif, mulai dari proses pembibitan hingga pascapanen.

Modernisasi pertanian tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Dengan teknologi modern, pekerjaan di pertanian tidak lagi identik dengan beban fisik berat, melainkan menjadi profesi berbasis keterampilan dan teknologi.

Modernisasi sistem agribisnis, menurut Soekam, menjadi kunci agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga sebelum krisis tenaga kerja benar-benar melumpuhkan sektor pertanian Indonesia.Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....