Haul Gus Miek di Kediri Dipadati Ribuan Jemaah

  • 30 Mei 2026 20:01 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Ribuan jemaah mulai Subuh hadir di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dalam Haul Exclusive ke-34 almarhum KH. Hamim Tohari Djazuli (Gus Miek).

Rangkaian Kegiatan acara diawali dengan semakan Al-Qur'an yang berlangsung khidmat dan diikuti para santri, serta jemaah dari berbagai daerah, termasuk rombongan yang datang dari luar Jawa Timur.

Sekjen Moloekatan Pusat Gus Miek Ponpes Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, M. Farid Nu’man, Sabtu,30 Mei 2026 menjelaskan semakan Al-Qur’an telah dimulai usai pelaksanan salat Subuh berjamaah. Petugas yang mengaji merupakan Huffaz (penghafal Al-Qur’an) yang biasa mengisi diacara rutinan majelis semakan Moloekatan Gus Miek dan telah terseleksi.

“Alhamdulillah untuk Haul Gus Miek tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang signifikan, tahun pertama sekitar 50 ribu jemaah, tenda masih 600 meter. Tahun kemarin mencapai 60 ribu jemaah, dan diperkirakan tahun ini sekitar 80-100 ribu jemaah,” ujarnya.

Sementara Muhyayin jemaah asal Semarang mengatakan berangkat dalam acara Haul Gus Miek tahun 2026 sejak dua hari yang lalu, sebelum pelaksanaan dengan jemaah sebanyak 12 orang. Hal itu dilakukan untuk ikut membantu persiapan pelaksanaan haul dan pulang ketika acara telah selesai.

“Dari sana ada 25 bus besar, yang bus kecil ada sekitar 7 unit belum lagi yang mobil pribadi sekitar 15 unit. Insyaa Allah kita mendukung semua kegiatan dari pusat Kediri sini, kita sebagai jemaah Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek selalu mendukung untuk kegiatan yang di Al-Falah Ploso,” ucapnya.

Farid Nu’man menambahkan pada pelaksanaan Haul Gus Miek tahun 2026 mendapatkan respon positif dan support dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Selain itu juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi masyarakat serta pihak keamanan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub untuk membantu pengalihan arus lalu lintas.

“Puncak acara Haul Exclusive Gus Miek ke-34 saat khotmil Qur’an, yang sebelumnya diadakan pembacaan tahlil, Syiir (syair) Ya Halim Ya Hanan, fatihah yang dipimpin Gus Thuba dilanjutkan petuah (dawuh) dari Gus Robert (KH. Tijani Robert Saifunnawas) putra ketiga Gus Miek,” jelas Farid Nu’man..

Sejak pagi hari, para jemaah telah mengikuti rangkaian semaan dan pembacaan Al-Qur'an sebagai bentuk penghormatan kepada sosok Gus Miek. Yang dikenal sebagai ulama penggagas tradisi semaan Al-Qur'an dan Jamaah Dzikrul Ghofilin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....