Tim PBNU Apresiasi Kesiapan Lirboyo jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35

  • 06 Jul 2026 22:59 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Mendekati Muktamar ke-35, Tim PBNU melakukan survei di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri
  • Jika resmi ditunjuk, Muktamar ke-35 NU di Lirboyo akan menjadi sejarah baru

RRI.CO.ID, Kediri - Mendekati Muktamar ke-35, Tim PBNU melakukan survei di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri."Tim Survei PBNU datang langsung untuk melihat kesiapan Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU, pada Jumat, 5 Juli 2026," kata Juru Bicara Lirboyo Kediri, HM. Abdul Mu'id Shohib (Gus Muid), di Kediri, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menyatakan, rombongan PBNU dipimpin KH. Abdul Ghafur Maimoen dan KH. Muhibul Aman Aly. Turut hadir Imron Rosyadi Hamid, Nasrullah dari Staf PBNU, serta Taufiq dari PWNU Jawa Timur.

Kedatangan mereka disambut hangat jajaran pengasuh Lirboyo. Hadir KH. Adibusholeh Anwar, KH. Aminulloh Mahin, KH. Athoillah Anwar, bersama para pengurus pondok.

Pertemuan berlangsung khidmat. Pihak Lirboyo memaparkan kesiapan secara rinci kepada tim survei. Mulai dari sarana, akses, hingga keamanan.

"Saat ini Lirboyo sudah sangat siap secara teknis. Akses transportasi mudah melalui Bandara Dhoho Kediri, Bandara Juanda Surabaya, stasiun, dan terminal," ujarnya.

Selain akses, tambah Gus Muid, Ponpes Lirboyo juga menyiapkan area parkir luas untuk ribuan kendaraan.

"Ruang sidang representatif telah disiapkan, lengkap dengan akomodasi di lingkungan pondok dan hotel sekitar," katanya.

Di samping itu, imbuhnya, sistem keamanan juga menjadi perhatian. Seluruh area dipantau CCTV. Untuk kesehatan, ada Rumah Sakit Umum Lirboyo dan rumah sakit rujukan di sekitar pondok yang siap siaga.

"Kesiapan ini kami paparkan secara komprehensif. Tim PBNU bisa melihat langsung di lapangan," ucapnya.

Hasil peninjauan tim PBNU juga dinilai positif. Hal ini disebabkan ada berbagai kebutuhan teknis Muktamar yang diyakini telah dipenuhi dengan sangat baik oleh Lirboyo.

Perwakilan Tim Survei PBNU, KH. Muhibul Aman Aly, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai, secara umum Lirboyo sangat siap.

"Semua sarana yang dibutuhkan sudah terpenuhi dengan sempurna," kata Kiai Muhibul Aman Aly.

Kembali dikatakan Gus Muid, apresiasi itu menjadi angin segar bagi warga santri Lirboyo. Maklum, Muktamar NU adalah forum tertinggi yang akan dihadiri ribuan kiai, ulama, dan peserta dari seluruh Indonesia.

Meski demikian, bagi Lirboyo, hal ini bukan pengalaman pertama. Pondok yang berdiri sejak 1910 itu pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU pada 1999 silam. Pengalaman itu menjadi bekal.

"Kami berkomitmen penuh memberikan dukungan terbaik jika dipercaya lagi. Tujuannya agar Muktamar berlangsung lancar, tertib, aman, dan khidmat," kata Gus Muid.

Diketahui pemilihan tuan rumah Muktamar memang mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, aksesibilitas, dan keamanan.

Apalagi, Bandara Dhoho Kediri yang sudah beroperasi menjadi nilai tambah. Jarak tempuh dari bandara ke Lirboyo lebih singkat, memudahkan kedatangan peserta dari luar Jawa.

Jika resmi ditunjuk, Muktamar ke-35 NU di Lirboyo akan menjadi sejarah baru. Sejarah yang menyatukan tradisi pesantren dengan kesiapan modern untuk musyawarah besar Nahdliyin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....