Membangun Harapan Penyandang ODGJ lewat Posyandu Jiwa Purnaniroga
- 29 Mei 2026 19:11 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Posyandu Jiwa Purnaniroga di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, terus menjadi wadah pendampingan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam menjalani proses pemulihan.
Melalui layanan yang rutin digelar setiap bulan, program tersebut tidak hanya memberikan pemantauan kesehatan, tetapi juga mendorong tumbuhnya harapan, kepercayaan diri, serta kemandirian penyandang gangguan jiwa agar dapat kembali berperan di tengah masyarakat.
Kepala Puskesmas Ngasem, dr. Ria Rohmatul Karimah, mengatakan jumlah ODGJ di Kecamatan Ngasem saat ini mencapai sekitar 150 orang. Namun, hanya sekitar 30 orang yang aktif mengikuti kegiatan Posyandu Jiwa. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pemulihan pasien.
"Kami berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga komunitas. Melalui edukasi kepada keluarga, kami berharap mereka semakin memahami kondisi pasien sehingga dapat memberikan pendampingan yang tepat dan mendukung proses pemulihan secara optimal," ujar dr. Ria, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, selain layanan kesehatan rutin, Posyandu Jiwa juga menghadirkan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan sosial dan kepercayaan diri peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi yang mendorong pasien lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Ketua Sahabat Sehat Kecamatan Ngasem, Abdul Kamid, menilai pemulihan ODGJ membutuhkan dukungan yang tidak hanya datang dari tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat secara luas. Menurutnya, stigma yang masih melekat terhadap penyandang gangguan jiwa perlu dihilangkan agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan hidup mandiri.
"Pemulihan kesehatan jiwa akan berjalan lebih baik jika keluarga, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan bersama. Dukungan sosial yang positif sangat dibutuhkan agar teman-teman ODGJ merasa diterima, memiliki semangat untuk pulih, dan kembali produktif dalam kehidupan sehari-hari," kata Abdul Kamid.
Ia menambahkan, upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan lingkungan yang lebih inklusif dan bebas stigma, penyandang gangguan jiwa diharapkan dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih baik serta memperoleh kualitas hidup yang lebih baik pula.
Melalui Posyandu Jiwa Purnaniroga, berbagai pihak berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperkuat dukungan sosial bagi ODGJ dan keluarganya. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu penyandang gangguan jiwa kembali percaya diri, mandiri, dan diterima di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....