Shalawat Menggema di Lapas Kediri, Warga Binaan Temukan Cahaya Perubahan
- 23 Agt 2026 21:19 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Dari balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Kediri, terdengar lantunan shalawat
- Puluhan warga binaan duduk bersimpuh, khusyuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bersama jajaran petugas
RRI.CO.ID, Kediri - Dari balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Kediri, terdengar lantunan shalawat. Puluhan warga binaan duduk bersimpuh, khusyuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bersama jajaran petugas.
Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah ruang untuk menenangkan hati, mengingat kembali teladan Rasulullah, dan menemukan harapan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Pada Minggu, 23 Agustus 2026, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kediri, Bambang Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid bukan hanya seremoni.
"Pada agenda peringatan Maulid Nabi yang digelar Sabtu, 22 Agustus ini, kami mengajak semua warga binaan kita untuk mengingat perjuangan Rasulullah. Semoga jadi jalan bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan mengamalkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bambang.
Sementara itu, hadir sebagai penceramah, KH Arif Widodo dari Pondok Pesantren Lirboyo mengajak seluruh warga binaan untuk membuktikan cinta kepada Rasulullah tidak hanya lewat ucapan.
"Cintai Rasulullah dengan memperbanyak shalawat, sabar dalam ujian, tekun beribadah, dan berbuat baik kepada sesama. Di sinilah tempat kita menempa diri," kata Arif.
Arif mengingatkan, bahwa masa pembinaan di Lapas justru bisa menjadi titik balik. Kesempatan untuk muhasabah, memperbaiki kesalahan masa lalu, dan menyiapkan diri kembali ke masyarakat dengan bekal iman dan akhlak.
Tak hanya itu, kondisi di dalam Lapas juga semakin khidmat saat KH Arif Widodo menutup kajiannya dengan doa. Bahkan, hal ini disambut dengan penuh haru oleh warga binaan yang hadir.
"Semoga kita termasuk hamba yang kelak masuk surga bersama Rasulullah SAW, karena kita mencintai beliau," katanya.
Lantunan shalawat yang menggema sore itu menjadi penanda, bahwa di tempat yang terbatas sekalipun, cahaya iman tetap bisa tumbuh.
Peringatan Maulid di Lapas Kediri diharapkan menjadi bekal spiritual bagi warga binaan. Tujuannya, agar saat kembali ke tengah masyarakat nanti, mereka membawa semangat baru lebih sabar, ikhlas, dan bermanfaat, sebab setiap orang, berhak mendapat kesempatan kedua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....