Menemukan Uswatun Hasanah dari Kisah Nabi Ibrahim

  • 29 Mei 2026 04:13 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Perjalanan kisah Nabi Ibrahim as banyak sekali yang dapat kita pelajari, sehingga beliau pula bisa kita jadikan panutan yang sempurna atau uswatun hasanah. Bentuk tawakal kepada Allah, sabar, tauhid, tulus dalam berkorban, membina dan membangun keluarga yang harmonis merupakan pelajaran yang dapat kita pelajari.

Peringatan hari raya Iduladha 1447 H merupakan momentum kita sebagai umat islam untuk melakukan ibadah penyembelihan hewan kurban, ritual ibadah haji. Dari semua kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Nabi Ibrahim as.

Dalam kesempatan Kajian Mutiara Pagi RRI Kediri, Rabu, 28 Mei 2026, Ustaz Muhammad Arwani, selaku pengasuh pondok pesantren Mazro’atul Ulum, Plumpungrejo, Kandangan, Kab. Kediri mengisahkan Nabi Ibrahim sehingga gelar uswatun hasanah pantas disandangnya. “Nabi Ibrahim as memiliki gelar Abul Anbiya yaitu bapak para nabi. Semua nama nabi yang berada setelah nabi Ibrahim merupakan anak cucu beliau. Sebagai seorang muslim banyak orang sukses lahir batin, orang saleh, orang alim, tetapi semuanya hanya dinikmati oleh diri sendiri. Nabi Ibrahim mempunyai anak yang saleh, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa bisa tiga agama besar seperti yahudi. nasrani dan islam nabi-nabinya semua merupakan pengikut nabi Ibrahim as,” ujar Ustaz Arwani.

Ia juga menyampaikan bahwa begitu luar biasanya nabi Ibrahim, selain sukses secara pribadi, saleh, alim namun semuanya bisa ditularkan kepada anak cucunya. Ada rahasia dibalik itu semua yaitu tingkat kedermawanan beliau atau bisa disebut aljud.

Nabi Ibrahim as dikaruniai seorang anak pertama di usia 86 tahun benama nabi Ismail as. Dalam waktu yang cukup lama itulah, beliau dengan kedermawannya tidak putus asa untuk meraih ridho Allah SWT. Beliau mewujudkan kedermawanannya dalam kitab klasik disebutkan.

“Nabi Ibrahim as tidak pernah makan sendirian, artinya beliau ketika makan pasti mengajak tetangga, kerabat, atau siapapun. Dikisahkan pula Nabi Ibrahim mencari teman untuk menemaninya makan hingga jauh demi mendapatkan teman untuk menemaninya makan. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim as seorang yang dermawan” ucapnya.

Uswatun hasanah yang dapat kita ambildari sepenggal kisah Nabi Ibrahim as. “Mari kita awali dan tingkatkan kembali kedermawanan kita dalam segi sosial. Agama bukan hanya sekedar ritual ibadah, agama juga mengatur hubungan sosial. Tingkatkan tawakal kita kepada Allah SWT seperti kisah kemunculan air zam-zam yang hingga saat ini sudah berusia ribuan tahun tidak pernah kering dan dapat dinikmati oleh semua umat muslim” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....