Refleksi Kisah Nabi Ibrahim, Melahirkan Generasi Tangguh

  • 17 Mei 2026 05:08 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan putranya Nabi Ismail Alaihissalam dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh ketaatan dan keikhlasan sehingga melahirkan generasi yang tangguh. Dari kisah nabi Ibrahim dapat disimpulkan bahwa untuk melahirkan generasi yang tangguh perlu adanya pendekatan diri kepada Allah SWT.

Didalam Al-Quran telah menggambarkan generasi yang tangguh merupakan generasi yang dicontohkan sebagai Nabi Ismail Alaihissalam. Surat As-Saffat ayat 102 menjelaskan generasi yang tangguh itu ketika ia diminta untuk disembelih karena perintah Allah SWT semoga aku menjadi orang-orang yang sabar

Dalam kesempatan Mutiara pagi RRI Kediri, Sabtu, 09 Mei 2026, Pengasuh Majlis Ta’lim Masjid At-Taqwa Tirtoudan Kota Kediri Ustaz M. As’ad Efendy, menegaskan dibulan Zulhijjah ini. menjelang hari raya Iduladha kita merefleksi kembali kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihissalam.

“Profil dari Nabi Ibrahim layak untuk kita jadikan contoh untuk melahirkan generasi yang tangguh seperti halnya Nabi Ismail. Didalam Al-Quran surat Ibrahim ayat ke 35-41, Allah SWT memberikan sebuah gambaran dan tercermin dari doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau melihat kondisi disekitarnya begitu banyak orang menyembah berhala, mengikuti hawa nafsu,” ujarnya.

Dalam Al-Quran sangat jelas jika kita ingin melahirkan generasi yang tangguh maka lihatlah perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ustaz As’ad pun mencermati kondisi saat ini yang menjadi sebuah paradoks, generasi yang kreatif, paham akan teknologi, penuh gagasan dan ide kreatif tetapi dibalik keindahan itu semua ternyata terdapat kerapuhan sehingga menamakan mereka generasi stroberi.

Generasi stroberi ini jika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang kuat, maka kelak nantinya generasi ini akan sulit berkembang ditengah arus persaingan yang kuat seperti saat ini. Generasi stroberi jika dicermati lebih mendalam memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat dikenali.

“Ciri-ciri dari generasi stroberi yaitu mudah menyerah, mudah putus asa, dan mudah terluka. Ini menjadikan satu perhatian khusus bagi kita karena tidak bisa dibiarkan generasi kita itu seperti ini," ucapnya.

Ustaz As’ad pun menjelaskan bahwa didalam Al-Quran sudah pernah digambarkan kondisi yang lemah seperti ini, generasi yang mudah menyerah, mudah putus asa, dan mudah terluka seperti halnya generasi stroberi. Surat An-Nisa ayat 9 dan surat Maryam ayat 59 merupakan dua ciri yang tergambarkan pada generasi saat ini yaitu mengabaikan salat dan memperturutkan hawa nafsu.

“Dari dua surat dengan di komparasikan dengan generasi stroberi saat ini memiliki arti bahwa mengikuti keinginan yang sering ditampilkan dalam media sosial, mereka sering menunda salat, ketika salat pun tidak sempurna dan bahkan mereka meninggalkan salat sama sekali. Mereka lebih fokus pada kesenangan duniawi dan lebih menuruti dorongan maksiat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....