Sekolah di Jombang Didorong Aktif Cegah Stunting
- 26 Mei 2026 06:08 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang mulai memperkuat keterlibatan sekolah dalam upaya pencegahan stunting. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), satuan pendidikan didorong mengambil peran lebih aktif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada peserta didik dan lingkungan sekitar.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Stunting bertema “Sinergi Satuan Pendidikan Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting” yang digelar pada 25–26 Mei 2026 di Aula 2 dan Aula Terbuka Disdikbud Kabupaten Jombang.
Ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pendidik dan tenaga kependidikan yang nantinya diharapkan dapat meneruskan pemahaman mengenai pencegahan stunting di wilayah masing-masing.
Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari mengatakan, penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan. Menurutnya, dunia pendidikan juga memiliki tanggung jawab dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sejak dini.
“Permasalahan stunting ini tidak bisa ditangani sendiri oleh tenaga kesehatan. Sekolah juga harus ikut terlibat memberikan edukasi dan penguatan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti bimtek diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi semata. Hasil pelatihan tersebut, kata dia, perlu diteruskan kembali kepada satuan pendidikan di masing-masing kecamatan agar upaya pencegahan stunting berjalan lebih luas dan merata.
“Kami berharap setelah kegiatan ini selesai, para peserta dapat mengimbaskan hasilnya kepada sekolah maupun lingkungan pendidikan di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Menurut Wor Windari, penyamaan persepsi mengenai stunting menjadi hal penting agar seluruh elemen pendidikan memiliki arah yang sama dalam mendukung program pemerintah daerah. Dengan pemahaman yang seragam, sekolah dinilai dapat menjadi salah satu ruang edukasi yang efektif bagi keluarga dan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Disdikbud Jombang juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan RSUD Jombang. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan stunting, penanganan kasus, pola asuh anak, hingga edukasi kesehatan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kabupaten Jombang, Maria Ulfah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan stunting, “Ini menjadi langkah untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting pada anak,” ucapnya.
Selain pemberian materi, peserta juga diajak memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting di Kabupaten Jombang. Sebab, persoalan stunting dinilai berkaitan dengan banyak faktor, mulai dari pola konsumsi, sanitasi, hingga edukasi keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, Disdikbud Kabupaten Jombang berharap sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga mampu menjadi pusat edukasi kesehatan masyarakat guna mendukung percepatan penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....