Moderasi Beragama dapat Diterapkan di Lembaga Pendidikan TPQ

  • 15 Mei 2026 17:17 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Moderasi beragama dapat diterapkan pada lembaga pendidikan Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Abror Rosyidin, Dosen Universitas Hasyim Asy'ari, dalam dialog bersama RRI, Jumat, 15 Mei 2026, menekankan bahwa TPQ bisa menjadi solusi pengejawantahan pendidikan moderasi beragama sejak dini. Hal tersebut menjadi upaya preventif sekaligus solusi untuk menangkal paham radikalisme yang mengarah pada gerakan ataupun aksi ekstremisme.

"Kita bisa menerapkan pendidikan moderasi beragama di Taman Pendidikan Alquran, supaya anak-anak mendapatkan pemahaman yang tepat dan benar, serta arahan dalam prakteknya di kehidupan sehari-hari" kata Abror.

Moderasi beragama yang diterapkan pada TPQ akan membuat anak mengenal agama secara berimbang, sekaligus mampu hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat. Materi ajarnya dapat disesuaikan dengan usia anak, baik usia dini hingga dewasa. Edukatif dan ramah untuk semua orang.

"Pendidikan moderasi beragama harus diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, disesuaikan dengan usia anak supaya mudah dicerna. Implementasinya di tengah masyarakat yang heterogen kelak akan menjadi benteng yang kokoh," ucap Abror.

Pendidikan moderasi beragama juga tidak bisa dihentikan sebatas tingkat sekolah, orang tua sebagai pendamping di lingkungan keluarga juga dianggap wajib memberikan pendidikan yang sama. Menurut Abror, anak-anak ibarat gelas kosong yang sangat mudah disusupi ajaran dan ujaran kebencian, propaganda, hingga keengganan cinta tanah air atau anti pancasilais.

"Rentan sekali, apalagi kehadiran gadget dan media sosial bagi anak-anak bisa menjadi masalah baru apabila tidak terkontrol. Guru dan orang tua tidak bisa memantau kegiatan anak selama 24 jam, maka tantangan terberatnya ada di situ," ujarnya.

Data terbaru per 2026, Densus 88 Anti Teror mengungkap sebanyak 70 anak yang tersebar di 19 Provinsi terpapar paham ekstremisme (termasuk white supremacy dan Neo-Nazi) akibat konten kekerasan digital dan komunitas siber seperti True Crime Community.

Sementara BNPT juga mendeteksi sebaran konten yang mengarah pada ekstremisme tertinggi berasal dari platform Meta (Facebook & Instagram). Sepanjang tahun 2025, ribuan konten telah diturunkan (take-down) untuk memutus akses penyebaran ke generasi muda.

Abror menambahkan, individu yang moderat akan lebih mudah menerima keberagaman, tidak mudah menghakimi orang lain, dan mampu hidup berdampingan dengan baik. Orang tua juga diimbau harus sadar paparan paham ekstremisme dari berbagai platform digital, memantau tren ruang siber, hingga membatasi penggunaan gadget apabila diperlukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....