Perluas Akses Pendidikan, UIN Syekh Wasil Kediri Tetapkan UKT Rendah

  • 13 Mei 2026 15:15 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Untuk memperluas akses pendidikan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menetapkan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) rendah, mulai Rp400.000 per semester untuk mahasiswa baru
  • Kebijakan UKT rendah bersamaan dengan pencapaian akreditasi institusi, UIN Syekh Wasil Kediri baru memperoleh status Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi BAN-PT

RRI.CO.ID, Kediri - Untuk memperluas akses pendidikan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menetapkan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) rendah, mulai Rp400.000 per semester untuk mahasiswa baru. Kebijakan ini disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. Wahidul Anam, M.Ag., dalam forum 'Ngopi Bareng' bersama media dan tokoh masyarakat di Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat, Rabu 13 Mei 2026.

Menurut Wahidul Anam, struktur UKT di kampus tersebut dibagi menjadi tujuh level. Level 1 ditetapkan Rp400.000, sementara level 2 berada di kisaran Rp1 juta. Pembagian level disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa dan keluarga berdasarkan data yang diverifikasi saat pendaftaran.

Ia menegaskan, hingga kini tidak ada pungutan tambahan di luar UKT setelah registrasi. "Semua biaya sudah inklusif. Tidak ada biaya lain yang muncul di tengah perjalanan studi," ujar Wahidul Anam.

Langkah ini, jelasnya, bertujuan memberi kepastian anggaran bagi orang tua dan mahasiswa selama masa kuliah. Kebijakan UKT rendah berjalan bersamaan dengan pencapaian akreditasi institusi. UIN Syekh Wasil Kediri baru saja memperoleh status Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi BAN-PT.

"Status ini diberikan setelah evaluasi terhadap standar mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat," katanya.

Secara akademik, imbuhnya, kampus memiliki 11 program studi yang mencakup jenjang S1, S2, dan S3. Beberapa prodi tersebut telah mendapatkan akreditasi unggul secara terpisah.

"Integrasi keilmuan agama dan sains menjadi kerangka kurikulum yang diterapkan," katanya.

Selain itu, dukungan fasilitas juga diperkuat melalui pembangunan Gedung Kuliah Terpadu dengan skema Surat Berharga Syariah Negara SBSN. Selain itu, kampus menyediakan Sport Center dan laboratorium informatika untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan riset mahasiswa.

"Tenaga pengajar di kampus ini sebagian besar merupakan lulusan universitas di Kanada, Jerman, Australia, dan Timur Tengah. Komposisi dosen tersebut digunakan untuk memperkuat mutu pengajaran dan bimbingan akademik," katanya.

Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Dr. Taufik Al-Amin melanjutkan, kampus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Tujuannya, adalah mendalami ilmu agama sekaligus mengintegrasikannya dengan modernitas.

"Kami pastikan biaya bukan menjadi penghalang akses," katanya.

Ia meyakini, melalui skema UKT yang terjangkau, kampus menargetkan peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....