Lahan Pertanian Kian Menyusut, Pengamat: Ketahanan Pangan Indonesia Bisa Terancam

  • 11 Mei 2026 10:54 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Penyusutan lahan produktif untuk sektor pertanian mulai terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dinilai menjadi ironi sekaligus persoalan serius bagi para pelaku pertanian nasional. Terutama di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan demi menjaga ketahanan pangan nasional.

Alih fungsi lahan menjadi infrastruktur seperti jalan, kawasan perumahan, hingga pembangunan pabrik menjadi salah satu penyebab berkurangnya lahan pertanian produktif. Dampaknya, produksi hasil pertanian dikhawatirkan mengalami penurunan drastis.

Pengamat pertanian Indonesia, Soekam Parwadi, menilai kondisi tersebut harus segera menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kerusakan dan penggunaan lahan untuk infrastruktur seperti jalan, perumahan, hingga pabrik kalau bisa jangan memakai lahan produktif. Tentunya produksi juga akan turun drastis. Sekarang petani kita untuk meningkatkan produksinya saja susah, ditambah lagi kekurangan lahan,” ujarnya kepada RRI, Senin, 11 Mei 2026.

Menurutnya, penyusutan lahan pertanian tidak hanya berdampak pada menurunnya hasil produksi pangan, tetapi juga mengancam kehidupan para petani. Banyak petani berpotensi kehilangan mata pencaharian apabila kondisi tersebut terus terjadi tanpa solusi yang jelas.

“Imbasnya juga petani bisa kehilangan mata pencahariannya, harga bahan pangan juga bisa naik,” katanya.

Soekam juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam membuat kebijakan yang berpihak kepada sektor pertanian. Ia berharap pemerintah lebih bijak dalam mengatur pembangunan agar tidak mengorbankan lahan produktif yang masih menjadi tulang punggung pangan nasional.

“Pemerintah harus bisa bijak dalam mengaturnya. Kita harus punya pemimpin yang paham dengan pertanian. Pemerintah dalam membuat kebijakan harus bijak dengan hati nurani yang sehat dan harus jujur,” ucapnya.

Selain itu, ia mendorong penggunaan teknologi pertanian hemat biaya agar para petani dapat meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan. Peran masyarakat juga dinilai penting untuk mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia.

“Teknologi hemat biaya harus segera dipakai. Peran masyarakat juga penting dan harus berpikiran maju. Pertanian di Indonesia harus didukung penuh oleh pemerintah untuk menjaga asa meraih ketahanan pangan di tanah air tercinta,” kata Soekam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....