Jombang Targetkan Luas Tanam Tembakau 2026 Capai 6.500 Hektare
- 08 Mei 2026 16:50 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan luas tanam tembakau pada musim tanam 2026 dapat mencapai 6.500 hektare. Target tersebut dicanangkan menyusul prediksi cuaca yang dinilai lebih normal dibanding tahun sebelumnya sehingga dinilai mendukung produktivitas petani tembakau, khususnya di wilayah utara Sungai Brantas.
Saat ini, para petani di sejumlah sentra produksi mulai memasuki tahap persiapan lahan dan pembibitan menjelang musim tanam yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei mendatang. Aktivitas persiapan terlihat di lima kecamatan penghasil tembakau, yakni Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan, dan Plandaan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Moch Rony, mengatakan kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam menentukan luas tanam tembakau setiap tahun. Pada musim tanam 2025 lalu, luas lahan tembakau sempat menurun akibat fenomena kemarau basah yang membuat petani beralih ke komoditas lain.
“Tahun lalu cukup banyak lahan yang akhirnya digunakan untuk padi dan palawija karena kondisi cuaca kurang mendukung tembakau. Tahun ini kami berharap situasinya lebih stabil sesuai prakiraan BMKG,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, apabila musim kemarau berlangsung normal, luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang berpotensi kembali berada di kisaran 6.000 hingga 6.500 hektare. “Kalau cuaca mendukung, kami optimistis luasan tanam bisa kembali normal seperti beberapa tahun sebelumnya,” katanya.
Rony menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan pendampingan budidaya bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) untuk menjaga kualitas produksi tembakau lokal. Jombang sendiri memiliki dua varietas unggulan yang telah dilepas, yakni Jinten Pakpie 1 dan Manilo. “Kami ingin potensi tembakau lokal terus berkembang sehingga produksi petani Jombang bisa semakin kompetitif,” jelasnya.
Selain pendampingan teknis, dukungan juga diberikan melalui pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau. Bantuan yang disalurkan antara lain pupuk non subsidi, alat perajang, hingga rumah pengering tembakau. “Memang jumlah bantuannya belum besar, tetapi kami berharap tetap bisa membantu petani meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Sebagian besar petani saat ini masih fokus mempersiapkan lahan dan bibit sebelum memasuki masa tanam. Gunawan, petani tembakau asal Kecamatan Kabuh, mengaku kondisi cuaca yang diperkirakan lebih stabil membuat petani lebih yakin menanam tembakau tahun ini. “Kalau musim kemaraunya normal, petani tentu lebih berani menanam karena peluang hasil panennya juga lebih baik,” katanya.
Menurut Gunawan, sejumlah petani yang sebelumnya sempat mengalihkan lahannya ke tanaman lain kini mulai kembali menyiapkan lahan untuk tembakau. “Tahun lalu banyak yang memilih tanaman lain karena cuaca tidak menentu. Sekarang mulai kembali ke tembakau,” jelasnya.
Ia berharap kondisi cuaca tetap stabil hingga masa panen agar produksi dan kualitas tembakau petani dapat meningkat. “Mudah-mudahan musim tahun ini lebih bagus sehingga hasil panen juga maksimal dan harga jual tetap menguntungkan petani,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....