Perluas Akses Pendidikan, Pembangunan Sekolah Rakyat Nganjuk Dikebut
- 04 Mei 2026 20:23 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Nganjuk - Pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat pinggiran.
Proyek ini dikebut agar dapat segera difungsikan menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang selama ini terhambat faktor ekonomi, akses, maupun kondisi sosial.
Percepatan tersebut menjadi perhatian Kantor Staf Presiden (KSP) yang melihat Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi besar kebijakan pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, menegaskan bahwa proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 20 Juni 2026. “Kami melakukan monitoring dan evaluasi. Targetnya sekolah ini bisa beroperasi pada 20 Juni dan dipakai untuk tahun ajaran baru di bulan Juli,” ujarnya, saat melakukan kunjungan kerja pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Kamis, 23 April 2026 lalu.

Timothy mengakui adanya sejumlah kendala pada tahap awal pembangunan yang memicu keterlambatan. “Memang di awal ada beberapa dinamika yang menyebabkan keterlambatan. Tapi kami optimistis seluruh pemangku kepentingan bisa bekerja keras untuk merampungkannya,” katanya.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, KSP mendorong percepatan melalui optimalisasi tenaga kerja di lapangan. Saat ini, jumlah pekerja mencapai 594 orang dan direncanakan meningkat menjadi 745 orang pada bulan Mei. Timothy menilai percepatan mobilisasi tenaga kerja penting agar seluruh area pekerjaan dapat tertangani secara maksimal.
Ia juga memaparkan bahwa secara nasional progres pembangunan Sekolah Rakyat berada di kisaran 30 hingga 40 persen, dengan capaian tertinggi di Medan mencapai 56,9 persen. Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada awal Mei ini agar sebagian proyek dapat melampaui 50 persen.
“Kita sama-sama mengawal pembangunan ini. Saya minta doa dari masyarakat semua, khususnya yang ada di Kabupaten Nganjuk, supaya pembangunan ini berjalan dengan lancar. Karena nantinya ini juga akan digunakan untuk menunjang pendidikan anak-anak di wilayah Nganjuk dan sekitarnya. Mohon dukungan doa dan morilnya,” ucapnya.
Sementara itu, Project Manager Sekolah Rakyat Tahap II Kabupaten Nganjuk, Dwi Handoko, memastikan pihaknya berkomitmen mengejar target penyelesaian. Pembangunan yang mencakup area seluas 5,8 hektare tersebut dipacu melalui penambahan tenaga kerja dan kesiapan material.
“Kami menargetkan penambahan tenaga kerja, InsyaAllah 745 orang itu kami penuhi pada bulan Mei. Untuk material dan kebutuhan lain sudah kami siapkan juga,” ujar Dwi, Senin, 4 Mei 2026.
Di tengah percepatan ini, efektivitas Sekolah Rakyat tetap menjadi sorotan, khususnya terkait sejauh mana program ini mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Selain penyelesaian fisik, pemerintah juga dituntut memastikan indikator keberhasilan berbasis data, keberlanjutan program, serta kualitas pendidikan, agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi solusi sementara, melainkan benar-benar membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....