Momentum Hardiknas, Pemkab Kediri Targetkan Zero Anak Tidak Sekolah
- 04 Mei 2026 14:16 WIB
- Kediri
Poin Utama
- ada momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, Pemkab Kediri menargetkan zero angka anak tidak sekolah (ATS)
- Hingga kini, masih ada 6.160 anak yang belum kembali ke bangku sekolah dan menjadi fokus penanganan Pemkab Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Pada momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, Pemkab Kediri menargetkan zero angka anak tidak sekolah (ATS).
"Per 24 April 2026, sebanyak 5.390 ATS sudah kembali ke bangku sekolah, tapi masih ada 6.160 anak yang jadi PR besar. Untuk itu, program 1 guru 1 anak tidak sekolah akan dimulai awal Juni 2026," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin, usai Upacara Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Halaman Belakang Pemkab Kediri, Senin, 4 Mei 2026.
Menurut Solikin, upaya ini seiring komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memanfaatkan momentum Hardiknas 2026 untuk memperluas pemerataan pendidikan. Khususnya, dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Dalam momentum Hardiknas tahun ini, kita berharap kualitas pendidikan bisa semakin merata," katanya.
Ia menyatakan, perhatian khusus diberikan kepada anak dari keluarga kurang mampu, termasuk kategori desil 1 dan desil 2, agar tidak tertinggal. Lalu, Dinas Pendidikan diminta segera menyiapkan langkah konkret menjangkau anak yang belum bersekolah sebagai bagian strategi besar peningkatan SDM daerah.
"Dalam sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang saya bacakan, juga ditegaskan bahwa Hardiknas adalah momen refleksi menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia yang dilakukan dengan ketulusan, kasih sayang, serta komitmen mencetak generasi unggul dan berkarakter," ungkapnya.
Hal itu, imbuh Solikin, sejalan dengan kebijakan nasional dan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pendidikan sebagai fondasi utama membangun SDM tangguh dan berdaya saing.
"Implementasinya mencakup pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan karakter siswa melalui lingkungan belajar yang aman dan nyaman," ujarnya.
Selain itu, sebut Solikin, Pemkab Kediri telah menjalankan program pendukung seperti beasiswa, insentif tenaga pendidik, dan penguatan pendidikan karakter di sekolah.
"Seluruh jajaran Forkopimda, pemerintah, lembaga vertikal, swasta, komunitas, dan elemen masyarakat harus menguatkan sinergi untuk membangun kabupaten yang berbudaya religius, maju, sejahtera, dan berkelanjutan," kata Solikin.
Adapun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, M. Muhsin, menyebut pihaknya terus menggenjot pemerataan pendidikan. Capaian signifikan terlihat dari penurunan angka anak tidak sekolah.
"Alhamdulillah per 24 April kemarin, anak yang sudah kembali ke sekolah mencapai 5.390," tegasnya.
Meski begitu, lanjut Muhsin, masih ada 6.160 anak yang belum kembali ke bangku sekolah dan menjadi fokus penanganan. Dinas Pendidikan menyiapkan tiga program lanjutan gerakan 1 guru 1 anak tidak sekolah, home visit ATS, dan program pencegahan putus sekolah pasca-PPDB.
"Langkah itu diharapkan tidak hanya menekan ATS, tapi juga mencegah kasus serupa muncul lagi. Baik dukungan beasiswa maupun peralatan lain dari guru," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....