Lindungi Hewan Langka, BKSDA Kediri Evakuasi Seekor Trenggiling

  • 02 Mei 2026 09:09 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Seksi Konservasi Wilayah I Kediri melakukan evakuasi terhadap seekor hewan Trenggiling
  • Trenggiling atau yang memiliki nama latin, Manis Javanica adalah satwa yang dilindungi penuh di Indonesia. Hal itu berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

RRI.CO.ID, Kediri - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Seksi Konservasi Wilayah I Kediri melakukan evakuasi terhadap seekor hewan Trenggiling.

Pada Sabtu, 2 Mei 2026, Kepala Resor Konservasi Wilayah I BKSDA Kediri, Davi Fatchurohman.

David menyatakan, penyelamatan terhadap Trenggiling tersebut diawali dari hasil temuan seorang warga di Kediri bernama Bintang Pramudia. Tepatnya, di Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

"Warga bernama Bintang Pramudia ini menemukan satwa liar trenggiling, di sekitar pemukiman warga. Lalu, temuan ini sempat ia amankan, karena memang ada pihak lain yang diduga ingin memelihara atau memanfaatkan hewan tersebut," kata David.

Diketahui, hewan Trenggiling atau yang memiliki nama latin, Manis Javanica adalah satwa yang dilindungi penuh di Indonesia. Hal itu berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Hewan Trenggiling, dilarang keras untuk diburu, ditangkap, dipelihara, diperjualbelikan, maupun dikonsumsi.

"Kemudian, setelah dilakukan penyerahan kepada kantor BKSDA pada Jumat siang sekitar pukul 13.30 WIB, petugas kami mendatangi lokasi Bintang Pramudia untuk dilakukan evakuasi," katanya.

Lalu, imbuh David, setelah hewan Trenggiling ini diperiksa dan dipastikan kondisinya sehat, maka langsung dilepasliarkan ke kawasan hutan.

"Kami yakin, dengan cara pelepasliaran ini maka hewan Trenggiling ini bisa kembali hidup ke habitat asalnya," kata David.

Menanggapi hal itu, Joko, seorang warga di Kediri, mengaku bangga dengan aksi yang dilakukan Bintang dan BKSDA, karena hal ini bisa melestarikan hewan langka yang berpotensi punah.

"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan BKSDA dan warga bernama Bintang," kata Joko.

Joko berharap, tindakan tersebut bukan hanya patut dibanggakan tetapi sebagai bukti nyata kepedulian manusia terhadap kelestarian alam. Upaya ini sangat penting untuk memastikan satwa di bumi ini dapat terus terlindungi dan tidak punah pada masa mendatabf.

"Semoga aksi ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak dan turut menjaga lingkungan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....