Pasokan Melimpah, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Merosot

  • 29 Apr 2026 16:30 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Melimpahnya hasil panen bawang merah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada akhir April 2026 berdampak pada penurunan harga di tingkat petani. Kondisi ini terjadi akibat panen serentak di sejumlah wilayah sentra produksi.

Sejumlah kecamatan seperti Megaluh, Plandaan, dan Perak memasuki masa panen dalam waktu bersamaan. Lonjakan pasokan di pasar membuat harga di tingkat petani turun ke kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram, sementara harga di tingkat konsumen masih bertahan sekitar Rp35.000 per kilogram.

Petani bawang merah asal Kecamatan Megaluh, Sutrisno (45), mengatakan penurunan harga sudah dirasakan sejak awal masa panen. “Sekarang panen hampir bersamaan, jadi barang banyak di pasar. Harga di petani langsung turun,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Ia menilai harga jual saat ini belum mampu menutup biaya produksi yang terus meningkat. Kenaikan harga bibit, pupuk, dan obat-obatan selama masa tanam membuat margin keuntungan semakin tertekan. “Kalau dihitung, keuntungannya tipis. Bahkan ada yang hanya balik modal,” katanya.

Di sisi lain, kondisi cuaca turut memengaruhi kualitas hasil panen. Curah hujan yang masih terjadi menjelang masa panen menyebabkan sebagian bawang merah memiliki kualitas yang kurang optimal. “Hasilnya memang banyak, tetapi karena masih sering hujan, ada yang kualitasnya turun. Itu juga memengaruhi harga,” ujar Sutrisno.

Ia menambahkan, bawang merah dengan kadar air tinggi cenderung dihargai lebih rendah oleh tengkulak dan memiliki daya simpan yang lebih pendek. Hal ini memaksa petani untuk segera menjual hasil panen. “Kalau produktivitas panennya bagus. Tapi, kalau tidak cepat dijual bisa busuk. Jadi mau tidak mau dilepas dengan harga yang ada,” ucapnya.

Harga yang rendah di tingkat produksi tidak serta-merta diikuti penurunan harga di pasar, yang diduga dipengaruhi biaya logistik dan panjangnya jalur distribusi. Selain itu, petani juga menghadapi keterbatasan dalam mengatur waktu panen dan penyimpanan.

Masa panen bawang merah yang relatif seragam membuat pasokan menumpuk dalam waktu singkat, sementara fasilitas penyimpanan yang terbatas membuat petani tidak memiliki banyak pilihan selain segera menjual hasil panen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....