Prediksi Kemarau Panjang, Indonesia Waspada Dampak El Nino
- 28 Apr 2026 12:09 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Indonesia diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan ekstrem pada tahun ini. Hal itu dipicu oleh fenomena El Nino yang kuat. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak luas terhadap berbagai wilayah di Tanah Air, terutama dalam bentuk penurunan curah hujan yang signifikan.
Pengamat iklim, Susanto, menjelaskan bahwa kemunculan El Nino kali ini tidak berdiri sendiri. Fenomena tersebut merupakan hasil kombinasi antara El Nino kuat dengan perubahan cuaca ekstrem akibat masa peralihan dari La Nina. Berakhirnya La Nina terjadi pada Februari 2026 lalu.
“Peralihan dari La Nina ke El Nino menciptakan ketidakstabilan atmosfer. Ini yang menyebabkan cuaca menjadi lebih ekstrem dan sulit diprediksi, terutama pada masa transisi,” ujar Susanto kepada RRI, Selasa, 28 April 2026.
Dampak dari fenomena ini mulai dirasakan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Periode April hingga Agustus, daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan Pulau Jawa diperkirakan akan mengalami cuaca panas ekstrem.
Kondisi ini kemudian meluas pada bulan Mei ke wilayah Sumatera dan Sulawesi. Memasuki bulan Juni, giliran Kalimantan, Papua, dan Maluku yang diprediksi mulai merasakan dampak kekeringan.
Puncak dari musim kemarau panjang ini diperkirakan terjadi pada bulan Agustus, dengan intensitas kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, kondisi kering ini diperkirakan dapat berlangsung hingga Februari 2027.
Susanto mengingatkan bahwa penurunan curah hujan dalam jangka panjang berpotensi memicu berbagai dampak lanjutan. Seperti kekeringan, krisis air bersih, serta gangguan pada sektor pertanian.
“Perlu langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan penyesuaian pola tanam,” katanya.
Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan upaya mitigasi. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi potensi dampak dari musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino ekstrem ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....