Kendalikan Stres Dengan Cara Syariat Islam

  • 27 Apr 2026 23:52 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri — Stres merupakan sebuah beban yang dirasakan oleh setiap manusia yang hidup. Beban tersebut bisa berupa tekanan pekerjaan, tuntutan ekonomi, konflik yang ada dalam keluarga, hingga pengaruh media sosial juga seringkali membuat hati menjadi gelisah dan fikiran kita menjadi sempit.

Stress yang dirasakan oleh setiap manusia sebenarnya bisa dikendalikan dengan cara syariat islam. Merujuk dari ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 155, ayat tersebut menegaskan bahwa Allah itu pasti akan menguji setiap manusia dengan berbagai bentuk kesulitan seperti rasa takut, kelaparan, kekurangan harta atau kehilangan orang yang dicintai dan juga berbagai tekanan hidup lainnya.

Ujian tersebut merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak bisa dihindari dan justru menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan seseorang.

Kepala Prodi MPI STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang, Ustdzh Dr. Rohmah Istikomah, S.S., M. Pd.I., menjelaskan bahwa terdapat lima cara mengendalikan stres menurut syariat islam.

“Cara pertama adalah dengan memperbanyak berdzikir. Kedua jika dirasa dengan berzikir masih kurang, maka bisa dengan mengerjakan shalat baik itu shalat wajib maupun Sunnah. Ketiga adalah dengan bertawakal. Jika kita sudah memperbanyak dzikir, lalu mengerjakan shalat namun beban stress kita masih ada. Maka bertawakal lah kepada Allah SWT. Kelima adalah menjaga keseimbangan hidup kita,” ujar Rohmah saat menjadi narasumber dalam Dialog Mutiara Pagi RRI Kediri, Senin pagi, 27 April 2026.

Menurutnya, jangan berfikir bahwa stress yang muncul tersebut akibat tekanan hidup pertanda Allah SWT meninggalkan hambanya. Melainkan stress tersebut tanda Allah SWT sedang menguji dan mendidik hambanya untuk menguatkan mental serta spiritualitas kita kepada Allah SWT.

Rohmah menilai, memperbanyak dzikir merupakan cara yang mudah dilakukan dalam mengantisipasi jika stress sedang melanda diri kita.

“Dengan kita berdzikir berarti kita sedang mengingat Allah SWT melalui lisan, hati dan perbuatan kita. Ketika kita berdzikir jangan hanya diucapkan melalui lisan saja, tetapi didalam hati juga ikut berdzikir. Dzikir ini memiliki kekuatan spiritual yang mampu menenangkan jiwa, meredakan kegelisahan, dan juga menstabilkan emosi kita,” jelasnya.

Jika kita melihat orang terdekat kita yang sedang mengalami beban yang begitu berat hingga menjurus kepada keputusasaan. Maka kita sebagai orang terdekat dapat memberikan wejangan dan solusi agar dapat mengurangi beban fikirannya.

“Kita tentunya sangat bisa untuk memberikan wejangan kepada orang terdekat yang sedang mengalami beban kehidupan, karena dengan kita memberikan wejangan, sebagai pendengar yang baik bahkan dapat memberikan solusi dari apa yang dihadapinya maka paling tidak kita dapat mengurangi beban fikiran yang sedang dihadapinya,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....