Bangga Menjadi Muslim Indonesia
- 19 Agt 2026 18:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Patut bersyukur dan berbangga hati karena kita ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai muslim bangsa Indonesia. Mayoritas masyarakat yang memeluk agama Islam menjadi tolak ukur kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.
Memaknai kemerdekaan, melanjutkan estafet orang yang ditakdirkan untuk menjadi seorang muslim bangsa indonesia. Allah SWT telah memberikan takdir kita untuk lahir di Indonesia, dan patut untuk kita syukuri bahwa kita sudah ditakdirkan untuk bersujud kepada-Nya.
Dalam kesempatan Kajian Mutiara Pagi RRI Kediri, Rabu, 19 Agustus 2026, Ustd Mohamad Lutfi Ansori selaku Khodim PP Darussalam, Karangtengah, Brumbung, Kediri menjelaskan sebagai anak bangsa patut kita syukuri dan banggakan menjadi muslim Indonesia.
“Menjadi seorang muslim integrasi iman, kebangsaan dan keberagamaan harus dimiliki oleh seluruh bangsa Indonesia yang beragama islam. Sebagai warga bangsa Indonesia, kita berdiri diatas takdir sejarah yang istimewa, lahir dan tumbuh dinegara dengan populasi muslim terbesar didunia sekaligus menjadi rumah bagi ratusan suku, bangsa, budaya dan bahasanya. Maka menjadi muslim Indonesia ini bukan sekedar kebetulan geografis saja, tetapi juga menjadi amanah peradaban yang harus kita rawat dengan ilmu.” ujar Ustd Lutfi.
Ia juga menyampaikan bahwa dahulu para pejuang, kiai sepuh memiliki cara berfikir yang sederhana, nahnu nadrusu liman badana artinya kita hidup untuk generasi setelah kita. Para pendahulu kita paham betul bagaimana kehidupan ini akan terwariskan pada generasi berikutnya, maka mereka tidak ingin mewariskan keadaan atau kondisi ketidaknyamanan untuk generasi setelahnya.
Seharusnya kita menanamkan pada diri kita semangat yang sama dengan apa yang dimiliki oleh para pejuang dan kiai sepuh kita. Jangan sampai kita mewariskan keburukan, kita telah diwarikan alam yang indah seperti saat ini maka esok harus lebih indah lagi.
“Seringkali timbul pertanyaan yang retoris. Manakah yang lebih utama, menjadi seorang muslim atau menjadi warga negara indonesia? Ini merupakan pertanyaan yang lahir dari kekeliruan. Kekeliruan memahami relasi antara agama dan tanah air. Jika didalam kitab, agama itu addin sedangkan tanah air itu al watan. Dalam pandangan islam sangat jernih, agama dan kebangsaan tidak saling menjatuhkan, justru keduanya saling menguatkan. ” ungkapnya.
Fitrah kita sebagai seorang muslim yang mencintai negaranya maka jangan sampai memiliki pola pikir yang keliru. “Nabi Muhammad SAW juga mencontohkan hal yang serupa, bagaimana nabi mencintai tanah kelahirannya yaitu Makkah. Maka kita sebagai muslim juga demikian, kita seorang muslim dan kita juga seorang warga negara Indonesia. Ini menunjukkan bahwa mencintai tanah air adalah Sunnah Nabi. Para ulama kita menegaskan pentingnya peran tanah air dalam menopang pengamalan agama.” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....