Ratusan Hektare Sawah di Jombang Alami Puso Musim Panen Raya I
- 26 Apr 2026 15:55 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Jombang dilaporkan mengalami gagal panen atau puso di tengah berlangsungnya musim panen raya pertama, menyusul banjir yang merendam area pertanian di Kecamatan Kesamben.
Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mencatat total lahan terdampak banjir mencapai 421 hektare, dengan sekitar 225 hektare di antaranya dipastikan tidak dapat dipanen. Kepala Disperta Jombang, M. Rony, menyampaikan bahwa sebagian besar tanaman yang rusak merupakan padi dengan usia tanam antara 25 hingga 55 hari.
“Dari luasan yang terdampak, sekitar 225 hektare sudah masuk kategori puso. Saat ini kami masih melanjutkan pendataan sekaligus menyiapkan langkah penanganan lanjutan,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Menurutnya, kerusakan tanaman dipicu genangan air yang berlangsung cukup lama akibat luapan afvoer Watudakon pada awal April lalu, “Genangan terjadi lebih dari sepekan, sehingga tanaman tidak mampu bertahan dan akhirnya rusak,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah upaya pemulihan bagi petani terdampak, mulai dari bantuan benih hingga pendampingan percepatan tanam ulang.
“Pendataan masih berjalan. Nantinya bantuan benih akan diusulkan melalui perubahan anggaran untuk mendukung musim tanam berikutnya,” jelasnya.
Berdasarkan data, Desa Kedungbetik menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni 180 hektare lahan terdampak dengan sekitar 80 hektare puso.
Desa Watudakon mencatat 110 hektare terdampak dengan 70 hektare puso, sementara Desa Carangrejo mengalami dampak pada 60 hektare lahan dengan sekitar 25 hektare puso. Adapun desa lainnya mengalami dampak bervariasi antara 5 hingga 30 hektare.
Sementara itu, Kepala Desa Carangrejo, Supriji, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut genangan air menyebabkan tanaman padi yang baru ditanam tidak dapat diselamatkan.
“Sawah sempat terendam cukup lama, sehingga tanaman yang sudah ditanam akhirnya membusuk,” katanya.
Ia menjelaskan, banjir merendam sejumlah titik persawahan di beberapa dusun selama kurang lebih 10 hari. “Di Dusun Cangkringmalang sekitar 37 hektare terdampak, Dusun Kedungmulyo sekitar 22 hektare, dan Dusun Kandangan kurang lebih 40 hektare,” ujarnya.
Meski demikian, pihak desa belum dapat memastikan total lahan yang benar-benar mengalami puso. “Untuk data pasti terkait puso masih menunggu rekap dari dinas terkait,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim penghujan tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....