Kiprah Kartini Tangguh sebagai Garda Terdepan dalam Penanggulangan Bencana
- 25 Apr 2026 17:09 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kiprah Kartini Tangguh 2026
- Perempuan Garda Terdepan Penanggulangan Bencana
- Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB)
RRI.CO.ID, Kediri – Hari Kartini merupakan momentum tepat untuk menyuarakan bahwa perempuan memiliki beragam potensi, salah satu diantaranya sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Hal ini disampaikan oleh Lilik Handayani, Koordinator Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) Chapter Pasuruan, dalam Dialog ‘Kediri Menyapa’, Sabtu, 25 April 2026.
“Selama ini perempuan, anak-anak, dan lansia termasuk kelompok rentan saat terjadi bencana. Padahal, perempuan sangat berpotensi sebagai insan tanggap bencana,” kata Lilik di awal perbincangan. “Perempuan memiliki tingkat ketelitian yang tinggi, mampu melakukan pendekatan psikologis dengan baik, dan memiliki kecerdasan linguistik melebihi laki-laki,” ujarnya.
Perempuan memiliki jiwa empati yang lebih tinggi dari laki-laki dan hal ini melahirkan passion atau panggilan jiwa untuk terlibat langsung dalam penanggulangan bencana. Menurut Lilik yang juga merupakan Bendahara RNPB Nasional, persentase jumlah relawan perempuan yang turut bergabung dalam RNPB adalah 60% yang artinya lebih banyak mendominasi.
Selain kecakapan relawan perempuan yang juga memiliki julukan ‘Kartini Tangguh’ benar-benar tidak dapat diremehkan, sisi leadership (red. kepemimpinan) perempuan diyakini lebih matang, luwes, dan bijak setiap mengambil keputusan. Bagi relawan perempuan, kegiatan kemanusiaan layaknya bahan bakar yang menggerakkan panggilan jiwa abadi.
Kecakapan relawan perempuan benar-benar teruji dan terbukti nyata manakala memiliki kemampuan menyelam untuk menyelamatkan korban tenggelam, menangani korban yang tertimbun reruntuhan akibat gempa bumi, memberikan perawatan terhadap korban luka-luka, dan memberikan pelayanan trauma healing atau psikososial pasca terjadinya bencana.
“Saat ini ada 32 RNPB di beberapa kota yang tersebar di Indonesia. Dalam dinamika dan ritme kehidupan modern, tantangan yang kami hadapi adalah nilai kepedulian yang makin berkurang,” ucap Lilik. Dikatakannya, stigma masyarakat yang masih beranggapan bahwa pekerja kebencanaan identik dengan laki-laki turut menjadi tantangan manakala RNPB harus melakukan regenerasi.
Melalui closing statementnya, Lilik mengajak masyarakat khususnya perempuan usia muda untuk bergabung di RNPB di wilayah masing-masing. Selain itu, ia mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan fasilitas kepada para relawan berupa BPJS Ketenagakerjaan, hak-hak untuk memperoleh pendidikan, pelatihan kebencanaan, peningkatan kapasitas, dan sejumlah reward.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....