Keterlambatan Distribusi Picu Kelangkaan LPG Melon Jombang
- 16 Apr 2026 19:55 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Keterlambatan distribusi menjadi penyebab utama kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang dikenal sebagai LPG melon di Kabupaten Jombang. Kondisi ini mulai dirasakan masyarakat sejak awal April 2026, ditandai dengan sulitnya memperoleh gas di tingkat pengecer.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengakui adanya gangguan dalam proses distribusi yang berdampak langsung pada ketersediaan LPG di lapangan. Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, menyebut kendala utama bukan pada jumlah pasokan, melainkan pada proses pengiriman.
“Memang ada informasi terkait kelangkaan LPG 3 kilogram. Dari hasil komunikasi yang kami terima, persoalannya lebih ke keterlambatan distribusi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, pasokan LPG secara kuota tetap tersedia, namun pengiriman dari Surabaya tidak berjalan sesuai jadwal. Kondisi tersebut turut dipengaruhi faktor eksternal yang berdampak pada distribusi energi.
“Secara alokasi sebenarnya tidak berkurang, tetapi pengiriman dari Surabaya mengalami keterlambatan. Ada juga pengaruh kondisi global yang ikut berdampak pada distribusi,” jelasnya.
Untuk memastikan situasi di lapangan, Disdagrin telah melakukan pemantauan di sejumlah titik distribusi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyaluran LPG bersubsidi tetap berjalan dan ketersediaan dapat terpantau.
Di sisi lain, kelangkaan LPG melon dikeluhkan warga di berbagai wilayah. Sejak awal April, masyarakat mengaku harus berupaya lebih untuk mendapatkan gas, bahkan hingga mencari ke luar wilayah tempat tinggal.
Syarif, agen LPG di Kecamatan Diwek, mengungkapkan bahwa keterlambatan distribusi bukan hal baru, namun intensitasnya meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
“Dalam dua bulan terakhir ini makin sering terjadi, dan puncaknya terasa semingguan ini,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan pasokan di tengah tingginya permintaan menyebabkan stok cepat habis setiap kali datang.
“Begitu barang datang, langsung habis dalam waktu singkat karena banyak yang mencari,” katanya.
Selain terjadinya keterlambatan distribusi, peningkatan konsumsi masyarakat ditengarai juga memengaruhi ketersediaan stok LPG melon di lapangan. Meskipun saat ini pasokan disebut mulai berangsur normal secara perlahan, masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan panic buying.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....