Pemkot Kediri Dorong Guru PAUD Terapkan Pembelajaran Mendalam
- 15 Apr 2026 17:10 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Pemkot Kediri Dorong Guru PAUD Terapkan Deep Learning untuk Wujudkan Pembelajaran Inklusi
RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memperkuat kompetensi guru PAUD lewat workshop Pembelajaran Inklusi berbasis Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Kegiatan bertema 'Optimalisasi Deep Learning dalam Membentuk Karakter dan Kemandirian Anak' ini digelar dua hari, Rabu, 15 April 2026 dan Jumat, 17 April 2026, di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan.
Hadir di lokasi ini, sebanyak 250 pendidik dari TK, Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), hingga Tempat Penitipan Anak (TPA) se-Kota Kediri ikut serta. Pada Rabu, 15 April 2026, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono menyebut penerapan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning kini jadi perhatian Kementerian.
Presiden RI juga sudah menetapkan pembentukan karakter lewat metode ini sebagai program prioritas pendidikan. "Deep Learning bukan sekadar menyampaikan materi satu arah. Guru harus menciptakan suasana menyenangkan supaya anak sadar penuh dan benar-benar memahami pesan yang disampaikan," katanya.
Mandung mencatat, data Kemendikdasmen yang mencatat lembaga PAUD di Indonesia yang sudah menerapkan Deep Learning masih di bawah 30 persen. Karena itu, Pemkot Kediri menggelar workshop dengan fokus Pembelajaran Berdiferensiasi yang mencakup olah pikir, olah rasa, dan olah hati.
"Guru didorong kreatif dan inovatif supaya kelas jadi menyenangkan dan anak merasa nyaman belajar," katanya.
Dalam workshop, ucap Mandung, para guru diajak menerapkan metode STEAM: Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics untuk membangun karakter peserta didik. Guru juga diminta lebih inovatif memanfaatkan Alat Permainan Edukatif (APE) dan media apa pun yang ada di kelas.
"Tujuannya agar anak bisa berelaborasi dan beranalogi secara kreatif tanpa merasa terbebani proses belajar. Anak PAUD hari ini adalah calon pemimpin Indonesia Emas 2045, sehingga dua aspek ini kita beda" kata Mandung.
Untuk memastikan materi terserap, lanjutnya, Dinas Pendidikan menghadirkan dua narasumber Wiedy Putri Fauziah, guru berprestasi nasional sekaligus pegiat inklusi dari Mojokerto, dan Atik Rakhmawati, Kepala Sekolah Inspiratif dari Kota Batu.
Pada acara ini peserta dibagi ke beberapa kelompok dan langsung praktik mengajar berdiferensiasi. "Targetnya, guru memahami esensi Deep Learning STEAM, olah pikir, olah rasa, dan olah hati, lalu mempraktikkannya tiap hari. Sebagai tindak lanjut, pada Mei mendatang Dinas Pendidikan akan turun langsung ke lembaga PAUD untuk memastikan praktik berjalan," katanya.
Setelah itu, ke depan, setiap lembaga juga diminta mengirim video pembelajaran di kelas agar bisa dipantau dan dibagikan sebagai bahan belajar bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....