Perdebatan Agama di Medsos Dinilai Kian Kebablasan

  • 14 Apr 2026 11:01 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Maraknya perdebatan bernuansa agama di ruang publik, terutama di media sosial, semakin menunjukkan pentingnya etika dalam beragama. Tidak jarang, perbedaan pandangan justru berujung pada konflik dan saling serang antar individu maupun kelompok.

Fenomena ini mendapat perhatian dari Dr. Khoirul Anwar, S.Ag., M.Si., dosen Universitas Hasyim Asy'ari Jombang. Dirinya menilai bahwa batas antara debat dan kebencian kerap kali menjadi kabur.

“Yang terjadi saat ini, banyak orang merasa sedang berdiskusi, padahal sudah masuk ke ranah menyerang dan merendahkan,” ucapnya dalam dialog bersama RRI Kediri, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa emosi yang tidak terkontrol, ditambah dengan kurangnya pemahaman tentang etika, menjadi faktor utama yang memicu konflik.

Media sosial pun disebut sebagai salah satu ruang yang mempercepat penyebaran perdebatan yang tidak sehat. Kemudahan dalam berkomentar sering kali tidak diimbangi dengan tanggung jawab dalam menjaga ucapan.

“Kebebasan berpendapat sering disalahartikan sebagai kebebasan tanpa batas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semua pihak memiliki peran penting dalam memperbaiki kondisi ini, mulai dari individu, tokoh agama, hingga pemerintah. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dikhawatirkan dapat merusak keharmonisan sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....