Dekranasda Siapkan UMKM Jombang Bersaing di Era Industri 5.0

  • 11 Apr 2026 18:56 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang mulai menyiapkan pelaku UMKM agar mampu bersaing di era Industri 5.0 melalui penguatan inovasi, digitalisasi, dan perluasan akses pasar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM dan IKM dalam periode 2025–2030, dengan fokus pada transformasi ekonomi berbasis kreativitas. Perubahan ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan industri yang semakin berbasis teknologi.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menyampaikan bahwa transformasi ini menempatkan UMKM sebagai elemen penting dalam struktur ekonomi daerah. “Kita sedang mengarah pada model ekonomi yang menitikberatkan pada kreativitas dan inovasi. Dalam kondisi ini, UMKM tidak lagi diposisikan sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai penopang utama perekonomian daerah,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menambahkan, perubahan peran lembaga juga menjadi fokus utama dalam mendorong kemajuan sektor tersebut. “Dekranasda tidak hanya berfungsi memberikan pembinaan, tetapi juga harus aktif membuka akses pasar agar produk lokal mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” katanya.

Sebagai upaya konkret menghadapi tantangan Industri 5.0, Dekranasda tengah menyiapkan platform digital terintegrasi berbasis geospasial dan marketplace. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pemetaan potensi daerah sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM.

Selain itu, program pendampingan akan difokuskan pada peningkatan kualitas produk, mulai dari desain hingga standar produksi. Kunjungan langsung ke sentra industri unggulan di berbagai wilayah juga akan dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi pasar yang lebih kompetitif.

Menurut Yuliati, penguatan hilirisasi produk menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi. “Kami mendorong agar bahan baku yang tersedia dapat diolah menjadi produk jadi bernilai tinggi, sehingga pelaku usaha memiliki daya saing yang lebih kuat,” tambahnya.

Di sisi lain, keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dinilai dapat mempercepat perputaran ekonomi lokal. ASN diimbau untuk memprioritaskan penggunaan produk UMKM melalui kanal resmi yang disediakan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda, Anjik Eko Saputro, menegaskan komitmen dukungan dari sisi kebijakan dan anggaran. “Kami siap mendukung penuh pelaksanaan program ini, termasuk membuka ruang kolaborasi bagi berbagai inovasi yang dapat mendorong kemajuan sektor kerajinan daerah,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, Dekranasda menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital yang berkelanjutan, sehingga UMKM Jombang mampu beradaptasi dan bersaing di era Industri 5.0.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....