Tekan Penyebaran Virus, Jombang Terima 25 Ribu Dosis Vaksin PMK Tahap II
- 08 Apr 2026 20:26 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Kabupaten Jombang kembali menerima pasokan 25.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahap kedua, sebagai upaya memperkuat perlindungan kesehatan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Distribusi ini merupakan bagian dari penyaluran lanjutan sebanyak 505.000 dosis vaksin PMK yang dikirim pemerintah pusat melalui Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma Surabaya ke sejumlah daerah di Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan nasional.
Tambahan vaksin tersebut dinilai krusial mengingat mobilitas ternak diperkirakan meningkat dalam waktu dekat. Kondisi ini berpotensi memicu kembali penyebaran PMK apabila tidak diantisipasi dengan langkah pencegahan yang memadai.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kabupaten Jombang, drh. Azis Daryanto, mengatakan bahwa seluruh dosis yang diterima akan segera didistribusikan ke lapangan melalui tim vaksinator yang telah disiapkan.
“Kami bersyukur distribusi vaksin tahap pertama telah selesai dilaksanakan. Untuk tahap kedua ini, sebanyak 25.000 dosis akan langsung kami salurkan ke 13 tim vaksinator agar segera diaplikasikan kepada ternak di lapangan,” ujar Azis, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan, percepatan vaksinasi dilakukan untuk memperluas cakupan perlindungan serta meningkatkan kekebalan ternak terhadap virus PMK, khususnya di wilayah dengan populasi ternak yang tinggi.
“Harapan kami, dengan tambahan vaksin ini, cakupan vaksinasi semakin luas dan antibodi ternak semakin kuat, sehingga dapat memutus rantai penyebaran PMK di Jombang,” katanya.
Menurut Azis, kondisi terkini menunjukkan perkembangan positif, di mana Kabupaten Jombang kembali berada pada status nol kasus PMK setelah sebelumnya sempat menghadapi temuan kasus di sejumlah wilayah.
“Alhamdulillah, saat ini Jombang kembali berstatus zero case PMK. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama menjelang Idul Adha yang identik dengan peningkatan lalu lintas ternak,” ucapnya.
Program vaksinasi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi peternak. Dengan risiko penyakit yang dapat ditekan, produktivitas ternak diharapkan tetap terjaga dan potensi kerugian dapat diminimalkan.
Pemerintah daerah pun mengimbau para peternak untuk aktif berpartisipasi dalam program vaksinasi serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan ternaknya, guna memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....