Gunakan Logika Sehat untuk Beriman Menyeluruh
- 01 Apr 2026 09:40 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Akal dan logika merupakan anugerah besar dari Allah SWT yang seharusnya mengantarkan setiap manusia pada keimanan yang kokoh. Ustaz Mansur, S.T., M.T., Pengasuh Majlis Ta’lim Nur Arofah Kota Kediri, menjelaskan bahwa melalui logika yang waras, manusia dapat menyadari bahwa dirinya dan alam semesta tidak mungkin terjadi dengan sendirinya, melainkan ada Sang Pencipta.
“Logika awal ini kemudian menuntun pada pemahaman bahwa sebagai makhluk ciptaan, manusia memerlukan "buku manual" berupa syariat dan hukum-hukum Allah untuk menjalani kehidupan dengan benar,” ucapnya saat kajian Mutiara Pagi, Rabu, 01 April 2026.
Dalam perspektif logika hukum Islam, setiap perintah Allah pasti berujung pada kebaikan, sementara larangan-Nya pasti berujung pada keburukan. Ustaz Mansur mencontohkan bahwa kejujuran secara logika akan membawa ketenangan, sedangkan ketidakjujuran pasti merugikan.
"Logika kita seharusnya mampu menerima bahwa setiap ketentuan Allah, baik yang wajib maupun yang haram, memiliki alasan yang kuat demi keselamatan manusia itu sendiri, baik di dunia maupun di akhirat," katanya.
| Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental pada Remaja |
Namun, Ustaz Mansur membeberkan tantangan terbesar dalam berlogika sering kali datang dari hawa nafsu yang menjadi lawan kata dari akal sehat. Oleh karena itu, kesadaran untuk selalu berzikir dan mengingat Allah menjadi kunci agar manusia tetap berhati-hati dalam bertindak.
Ketika seseorang lupa kepada Sang Pencipta, maka ia cenderung teledor terhadap ketentuan-ketentuan-Nya. Keimanan yang benar adalah ketika akal dan hati bersinergi membenarkan seluruh ketetapan Allah, termasuk dalam menghadapi takdir kematian yang sudah pasti akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa.
Ustaz Mansur mengajak masyarakat untuk beriman secara menyeluruh tanpa perlu terlalu banyak mempertanyakan hikmah di balik ketentuan Allah yang sudah jelas. Fokus pada ketaatan akan meminimalisir dampak buruk dalam kehidupan jangka panjang di akhirat nantinya.
"Waktu yang akan membuktikan kebenaran iman kita; tugas kita adalah menjalani syariat secara totalitas dengan logika yang sehat dan hati yang tunduk," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....