Antusias Tinggi, Siswa Jombang Serbu Pendaftaran KIP

  • 31 Mar 2026 21:17 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Antusiasme siswa di Kabupaten Jombang terhadap program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah meningkat tajam sejak pendaftaran dibuka. Sejumlah sekolah mencatat lonjakan pengajuan berkas dari siswa yang ingin memperoleh bantuan pendidikan tersebut.

Siswa dari keluarga kurang mampu mulai menyiapkan berbagai persyaratan administrasi, seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan surat keterangan penghasilan orang tua. Dokumen ini menjadi syarat utama dalam proses pendaftaran KIP Kuliah.

Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Jombang, Nur Hasan Effendi, menyebut program ini menjadi peluang besar bagi siswa yang terkendala biaya pendidikan.

“Program ini membuka kesempatan bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah, tetapi terbentur kondisi ekonomi. Jangan sampai biaya menjadi penghalang,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan, meskipun SKTM dapat diterbitkan oleh pemerintah desa atau kecamatan, dokumen dari Dinas Sosial dinilai lebih kuat karena dilengkapi data tingkat kesejahteraan keluarga.

“Dokumen dari Dinas Sosial biasanya memuat keterangan desil, sehingga lebih lengkap dan memudahkan proses verifikasi,” katanya.

Namun di lapangan, masih ditemukan berkas siswa yang belum mencantumkan informasi tersebut secara lengkap. Karena itu, sekolah kerap berperan membantu menghimpun dan melengkapi dokumen sebelum diajukan.

“Sekolah membantu mengoordinasikan berkas agar tidak terjadi kekurangan. Meski demikian, siswa juga bisa mengurusnya secara mandiri,” jelasnya.

Selain dokumen utama, siswa juga diminta melampirkan data pendukung seperti foto rumah dan foto keluarga. Berkas tersebut diverifikasi sebelum diunggah ke dalam sistem pendaftaran KIP Kuliah.

Nur Hasan menambahkan, pendaftaran KIP Kuliah berjalan beriringan dengan proses seleksi masuk perguruan tinggi, termasuk jalur UTBK-SNBT.

“Siswa harus lebih dulu terdaftar di sistem KIP, lalu memilih jalur seleksi yang akan diikuti agar bantuan dapat diproses,” ujarnya.

Pendaftaran KIP Kuliah ini sendiri memiliki dua kategori. Yakni jalur SNPB yang dibuka sejak 3 Februari 2026 hingga 31 Oktober 2026, dan jalur UTBK-SNBT yang dibuka sejak 25 Maret 2026 hingga 7 April 2026.

Dalam pengisian data, peserta diminta mencantumkan informasi secara rinci, mulai dari pekerjaan orang tua hingga status kepemilikan rumah dan data pajak.

“Pengisian datanya cukup detail. Tanpa pendampingan, siswa sering mengalami kendala, terutama saat mengisi data kepemilikan rumah atau tanah,” terangnya.

Program KIP Kuliah memberikan pembiayaan penuh untuk biaya pendidikan sesuai program studi yang diambil. Selain itu, penerima juga memperoleh bantuan biaya hidup sekitar Rp800.000 per bulan yang dicairkan setiap semester.

“Biaya pendidikan ditanggung penuh, ditambah bantuan biaya hidup yang diberikan secara berkala setiap semester,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....