ASN WFH, Cabdindik Jamin Layanan dan KBM Tetap Normal

  • 31 Mar 2026 18:11 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Jombang diberlakukan per 1 April 2026. Hal ini dilakukan tanpa mengabaikan pelayanan publik dan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Kepala Cabdindik Wilayah Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, menyampaikan bahwa kebijakan WFH masih dalam tahap penyesuaian. Pihaknya saat ini tengah mengatur skema kerja agar tidak menghambat layanan kepada masyarakat.

“Pengaturannya kami sesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing bidang. Ada bagian yang bisa bekerja dari rumah, tetapi ada juga yang tetap harus hadir karena berkaitan langsung dengan pelayanan,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menekankan, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi satuan pendidikan. Seluruh aktivitas pembelajaran di sekolah tetap dilakukan secara tatap muka, dengan kehadiran penuh guru dan tenaga kependidikan.

“Sekolah tidak masuk dalam kebijakan ini. Proses belajar mengajar harus tetap berjalan seperti biasa, sehingga guru dan tenaga kependidikan wajib hadir,” katanya.

Di sisi lain, layanan di lingkungan cabang dinas tetap diupayakan optimal, baik secara langsung maupun melalui sistem daring. Beberapa layanan telah disiapkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat.

“Kami tetap mengacu pada kebijakan pemerintah provinsi, tetapi pelayanan tidak boleh terganggu. Alternatif layanan online juga kami maksimalkan agar tetap mudah dijangkau,” ujarnya.

Kebijakan WFH ini direncanakan berlangsung hingga awal Juni 2026 dan akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaannya tetap efektif dan tidak menurunkan kualitas layanan.

“Pelaksanaan akan terus kami tinjau. Kalau ada kendala, tentu akan segera dilakukan perbaikan agar pelayanan tetap berjalan lancar,” katanya.

Selain itu, Cabdindik juga mengimbau sekolah untuk mulai menerapkan efisiensi energi, termasuk pengaturan penggunaan listrik. Imbauan tersebut telah disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi kepada seluruh sekolah.

“Penghematan energi sudah kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah. Ke depan, hasilnya juga akan kami evaluasi untuk melihat sejauh mana efektivitasnya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....