Disperta Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi 2026 di Jombang Tepat Sasaran

  • 30 Mar 2026 21:11 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Dinas Pertanian Kabupaten Jombang memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2026 berjalan tepat sasaran dengan mengacu pada data petani yang terverifikasi dalam sistem elektronik. Mekanisme ini diterapkan untuk menjamin distribusi sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Sampai dengan akhir Maret 2026, total penyaluran pupuk jenis urea dan NPK tercatat telah melampaui 14 juta kilogram yang tersebar di 21 kecamatan. Rinciannya, pupuk urea mencapai 7.706.497 kilogram, sedangkan pupuk NPK sebanyak 7.199.049 kilogram.

Selain itu, distribusi pupuk lainnya juga terus berlangsung, meliputi pupuk ZA sebesar 194.128 kilogram serta pupuk organik yang telah mencapai 2.022.960 kilogram. Penyaluran tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan petani pada musim tanam tahun ini.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Jombang, Eko Purwanto, menegaskan bahwa seluruh proses distribusi dilakukan secara bertahap dan berbasis data yang telah dihimpun sebelumnya.

"Penyaluran pupuk bersubsidi kami jalankan sesuai kuota yang ditetapkan, dengan mengacu pada data petani yang sudah masuk dalam sistem e-RDKK," ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah kecamatan menjadi penerima utama dalam distribusi tahun ini. Untuk pupuk urea, Kecamatan Mojowarno tercatat sebagai penerima terbesar dengan 688.668 kilogram, diikuti Kecamatan Kabuh sebanyak 574.587 kilogram dan Kecamatan Kesamben sebesar 541.884 kilogram.

"Alokasi terbesar untuk urea memang berada di Mojowarno, kemudian disusul Kabuh dan Kesamben," katanya.

Sementara itu, distribusi pupuk NPK paling tinggi berada di Kecamatan Bareng yang mencapai 1.298.783 kilogram. Mojowarno dan Ngoro masing-masing menerima 559.444 kilogram dan 440.763 kilogram.

Pada kategori pupuk organik, Kecamatan Kabuh menjadi wilayah dengan penyaluran tertinggi sebesar 314.302 kilogram, disusul Mojowarno 261.715 kilogram dan Kecamatan Tembelang 189.415 kilogram.

"Pupuk organik, Kabuh menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, sedangkan Mojowarno dan Tembelang juga cukup tinggi. Untuk penyaluran pupuk ZA terbesar tercatat di Kecamatan Bareng dengan total 118.950 kilogram dari keseluruhan distribusi 194.128 kilogram,” jelasnya.

Distribusi pupuk bersubsidi ini pun dilakukan melalui kios resmi yang telah ditunjuk pemerintah. Ia menegaskan bahwa hanya petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK yang dapat mengakses pupuk bersubsidi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....