Uji Coba Pembatasan Gadget di Sekolah Segera Diberlakukan
- 30 Mar 2026 16:17 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Uji coba pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah di Kabupaten Jombang segera diberlakukan pada awal April 2026. Langkah ini menjadi tahap awal sebelum kebijakan diterapkan secara menyeluruh di seluruh satuan pendidikan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan kebijakan akan dimulai secara bertahap melalui fase uji coba. Hasil dari tahap awal ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi.
“Kami mulai dengan uji coba lebih dulu di pekan pertama April, agar bisa melihat sejauh mana kebijakan ini berjalan sebelum diterapkan secara penuh,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menilai penggunaan gadget dalam proses belajar memiliki manfaat jika digunakan secara tepat, namun juga menyimpan risiko apabila tidak diawasi.
“Di satu sisi gadget bisa mendukung pembelajaran, tetapi di sisi lain juga berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti paparan konten yang tidak sesuai, perundungan di dunia maya, hingga kecenderungan ketergantungan pada perangkat,” ujarnya.
Melalui kebijakan ini, sekolah diminta mengatur penggunaan gadget secara terbatas dan hanya diperbolehkan untuk kebutuhan pembelajaran yang terencana dengan pengawasan guru. Penggunaan di luar kepentingan tersebut tidak diperkenankan selama kegiatan belajar berlangsung.
Selain itu, masing-masing satuan pendidikan diminta menyusun aturan internal atau tata tertib terkait penggunaan gadget yang disesuaikan dengan kondisi dan karakter peserta didik. Penguatan aktivitas pembelajaran non-digital juga didorong, termasuk peningkatan interaksi sosial serta pembentukan karakter siswa.
Pihaknya turut menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung kebijakan ini, khususnya dalam mengawasi penggunaan gadget di luar sekolah. “Peran orang tua sangat dibutuhkan agar pengawasan penggunaan gadget tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah,” katanya.
Sementara itu, salah satu wali murid, Zainul Wafid, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai pembatasan gadget diperlukan mengingat intensitas penggunaan perangkat digital oleh anak-anak semakin tinggi.
“Menurut saya ini langkah yang baik, karena sekarang anak-anak cenderung terlalu sering menggunakan gadget, jadi memang perlu ada pengendalian agar tidak berlebihan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....