Dampak PMK, Populasi Sapi Jombang Alami Penurunan
- 29 Mar 2026 16:28 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebabkan populasi sapi di Kabupaten Jombang mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi pada dua jenis ternak utama, yakni sapi perah dan sapi pedaging, yang sebelumnya menjadi penopang sektor peternakan daerah.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, M. Saleh, mengungkapkan bahwa penurunan populasi terlihat dari perbandingan data tahun 2024 dan 2025.
“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, memang ada penurunan jumlah ternak sapi di Jombang,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia merinci, populasi sapi perah pada 2024 tercatat sebanyak 8.346 ekor, kemudian turun menjadi 7.634 ekor pada 2025. Sementara itu, sapi pedaging mengalami penurunan lebih besar, dari 64.106 ekor menjadi 47.041 ekor.
Menurut Saleh, penurunan tersebut tidak lepas dari dampak PMK yang sempat menyerang ternak milik peternak di berbagai wilayah. Selain meningkatkan angka kematian, penyakit tersebut juga berdampak pada produktivitas ternak.
“Wabah PMK sebelumnya cukup memengaruhi kondisi ternak, baik dari sisi kematian maupun penurunan produktivitasnya,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah optimistis kondisi tersebut dapat berangsur membaik pada tahun 2026. Hal ini seiring dengan upaya pengendalian penyakit yang terus dilakukan.
“Kami memperkirakan populasi akan kembali meningkat pada 2026, karena kasus PMK saat ini sudah lebih terkendali,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Peternakan terus menggencarkan program vaksinasi pada ternak sapi milik masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit sekaligus menjaga kesehatan hewan ternak.
“Vaksinasi terus kami lakukan agar potensi penyebaran PMK dapat ditekan dan tidak kembali melonjak,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....